Gemini di Windows Kalahkan Copilot, Pengguna Indonesia Dapat Alternatif AI Lebih Lengkap

Gemini di Windows Kalahkan Copilot, Pengguna Indonesia Dapat Alternatif AI Lebih Lengkap
Gemini di Windows Kalahkan Copilot, Pengguna Indonesia Dapat Alternatif AI Lebih Lengkap

INVESTORTALK.ID — Google merilis aplikasi Gemini untuk Windows yang menggabungkan notebook riset, pembuatan gambar dan video, serta layanan Google dalam satu tempat. Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa bekerja dengan Gmail, Google Photos, dan Keep Notes, kehadiran aplikasi ini menawarkan pengalaman asisten AI yang lebih terhubung dibanding Copilot bawaan Windows.

Microsoft menguasai Windows, sehingga Copilot seharusnya punya keunggulan di rumah sendiri. Kenyataannya, setelah menggunakan aplikasi desktop Gemini besutan Google, Copilot terasa seperti produk yang kurang ambisius.

Gemini bukan sekadar jendela AI sederhana yang menduplikasi fungsi peramban. Aplikasi ini menyatukan notebook, alat pembuatan gambar dan video, fitur otomasi, serta layanan Google dalam satu atap.

Dasar-Dasar AI Dikuasai Keduanya

Untuk pertanyaan umum, tidak ada keluhan berarti terhadap Gemini maupun Copilot. Keduanya bisa menjawab pertanyaan, menjelaskan konsep, menulis ulang teks, menyusun ide, atau merangkum dokumen dengan hasil yang memadai.

Masalah lebih besar pada Copilot adalah kejelasan arah produk. Sempat ada dua aplikasi Copilot terpisah di Windows, lalu Microsoft menggabungkannya menjadi satu.

Pembersihan itu memang disambut baik. Namun perusahaan kini menggarap pengalaman Copilot all-in-one lain, menandakan strategi yang belum konsisten.

Notebook Gemini Unggul Jauh dari Copilot

Perbedaan paling mencolok muncul saat membandingkan Gemini Notebook dengan Copilot Notebook. Gemini memberi keleluasaan lebih besar atas materi yang bisa dimasukkan ke notebook.

Pengguna dapat menambahkan video YouTube, mengunggah berkas Markdown, menarik dokumen, dan membangun ruang riset yang rapi untuk satu topik.

Copilot Notebook terasa jauh lebih terbatas. Berkas hanya bisa diambil dari OneDrive dan tautan web ditempel manual, tanpa opsi menarik seluruh notebook OneNote dengan sekali klik.

Jika ingin memakai halaman OneNote sebagai sumber, pengguna harus menyalin tautannya lebih dulu lalu menempelkannya secara manual. Pengalaman itu cepat terasa membatasi.

Gemini Notebook juga menawarkan lebih banyak opsi setelah informasi masuk. Fitur seperti Video Overview, presentasi, dan format lain yang dihasilkan otomatis mengubah sumber menjadi materi yang bisa dipelajari atau dipakai ulang.

Responsnya cepat dan terasa seperti lingkungan riset sungguhan, bukan sekadar tempat menumpuk berkas. Copilot Notebook menangani hal dasar, tapi Gemini Notebook selangkah lebih maju.

Pembuatan Gambar dan Video Lebih Andal

Pembuatan gambar menjadi area lain tempat Gemini unggul. Copilot bisa membuat gambar dan hasilnya cukup baik untuk perintah sederhana, tetapi Gemini menyediakan perangkat kreatif lebih lengkap karena gambar dan video bisa dikerjakan dari aplikasi yang sama.

Perbedaannya langsung terlihat saat kedua asisten diberi perintah gambar kompleks. Keduanya diminta membuat meja kerja teknologi dengan beberapa elemen spesifik, termasuk perangkat, aksesori, pencahayaan, dan penempatan yang presisi.

Copilot menghasilkan sesuatu yang bisa dipakai, namun Gemini mengikuti perintah jauh lebih baik. Detail kecil yang mudah terlewat ditangkap, dan hasilnya lebih mendekati bayangan awal.

Hal itu penting bagi pengguna yang sering memakai pembuat gambar untuk konsep samar. Biasanya ada tata letak atau visual tertentu dalam pikiran, dan Gemini tampak lebih menghormati instruksi tersebut.

Integrasi Layanan Google Jadi Pembeda Utama

Integrasi layanan Google adalah titik tempat Gemini benar-benar melesat. Pengguna yang sudah memakai Google Photos, Keep Notes, Tasks, dan Gmail bisa memanfaatkan ekosistem itu secara nyata.

Sebagai contoh, Gemini dapat diminta menarik tiga foto teratas dari Sapa, Vietnam, membuat tugas baru di Google Tasks, menambah catatan di Keep Notes, bahkan merangkum email di Gmail.

Integrasi semacam itu yang seharusnya bisa dilakukan Copilot di Windows. Nyatanya pengalaman Copilot terbatas: hanya bisa bekerja dengan berkas Office yang tersimpan di OneDrive.

Pengguna tidak bisa begitu saja meminta Copilot membuat halaman atau bagian baru di OneNote atau menarik tugas dari Microsoft To Do. Integrasi Microsoft sering terasa seperti fitur yang tersebar di aplikasi terpisah, bukan satu asisten yang terhubung.

Copilot Masih Harus Mengejar Ketertinggalan

Aplikasi Gemini untuk Windows belum sempurna, tapi saat ini terasa lebih dekat dengan gambaran ruang kerja AI all-in-one. Kombinasi notebook, otomasi, model Gemini yang mumpuni, dan integrasi layanan Google memberi lebih banyak alasan untuk membiarkannya terbuka sepanjang hari.

Microsoft jelas menuju arah yang sama lewat aplikasi super Copilot yang tengah disiapkan. Jika perusahaan berhasil menyatukan Copilot, agen Microsoft 365, alat coding, dan fitur AI lain dengan benar, perbandingan ini bisa berubah drastis.

Untuk sekarang, Gemini berada di depan. Ironis memang, Google yang menunjukkan kepada Microsoft bagaimana seharusnya sebuah asisten AI bekerja di Windows.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index