INVESTORTALK.ID — Apple resmi merilis iPhone Duo lipat dengan harga USD 1.999, angka yang mendekati Galaxy Z Fold 8 Samsung di USD 1.899. Counterpoint memproyeksikan Apple langsung menguasai sekitar 25% pasar ponsel lipat global, mempersempit dominasi Samsung dari kisaran 38%-40% menjadi mendekati 32%. Tekanan ini memaksa Samsung bergerak cepat mempertahankan posisinya di segmen premium.
Langkah Apple menandai salah satu peluncuran produk besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus. Kehadiran iPhone Duo diprediksi mengubah peta persaingan ponsel lipat yang selama bertahun-tahun dikuasai Samsung.
Pangsa Pasar Samsung Diproyeksi Turun ke 32%
Lembaga riset pasar Counterpoint memperkirakan Apple akan dengan cepat menguasai sekitar 25% pasar ponsel lipat global. Proyeksi itu mempersempit keunggulan dominan Samsung dari kisaran 38%-40% menjadi mendekati 32%.
Harga iPhone Duo yang kompetitif membuat Apple berpeluang merebut porsi pendapatan signifikan di segmen kelas atas. Ratusan juta pengguna iPhone yang sebelumnya harus beralih ke Android untuk mendapatkan perangkat lipat kini punya pilihan di dalam ekosistem Apple sendiri.
Klaim Samsung: Konversi Pengguna iOS Naik 1,6 Kali Lipat
Samsung mengklaim jumlah pengguna iOS yang beralih ke Galaxy Z Fold8—yang diluncurkan pada Juli—mencapai 1,6 kali lipat dibandingkan peluncuran generasi sebelumnya, Galaxy Z Fold7 dan Flip7. Di Amerika Serikat, 30% pembeli Galaxy Z Flip8 berasal dari merek ponsel pintar pesaing.
Sebagian besar dari mereka membeli ponsel lipat untuk pertama kalinya, ungkap perusahaan tersebut. Pembeli Galaxy Z Fold8 disebut tertarik pada desain tipis dan ringan serta layar bagian dalam yang mendukung multitasking, sementara pembeli Fold8 Ultra lebih menyukai layar luas dan ruang kerja tambahan tanpa perlu tablet terpisah.
Smart Switch Diperbarui, Migrasi dari iPhone Lebih Mudah
Samsung memperbarui fitur Smart Switch agar pengguna iPhone bisa mentransfer data ke perangkat Galaxy secara nirkabel. Prosesnya cukup memindai kode QR, tanpa perlu menginstal aplikasi Smart Switch di iPhone mereka.
Sebagai pionir smartphone layar lipat lewat Galaxy Fold pertama pada 2019, posisi merek Samsung masih terbilang kuat. Metrik industri seperti Brand Intimacy Study dari MBLM menunjukkan Samsung mempertahankan ikatan kuat dengan konsumen di tengah perubahan pasar ini.
Samsung juga menyambut baik persaingan dari Apple sebagai bentuk validasi atas kategori produk yang mereka pelopori. Perusahaan asal Korea Selatan itu berharap dapat memanfaatkan kembali minat terhadap ponsel lipat untuk menarik pelanggan, tepat saat Apple memasuki pasar tersebut.
Huawei Tetap Pemain Kuat di China
Di sisi lain, Samsung masih mempertahankan keunggulan volume penjualan global yang lebih besar. Skala global yang masif, pengalaman perangkat keras bertahun-tahun, serta portofolio produk dari kelas ekonomis hingga unggulan seperti seri Galaxy A dan S menopang angka pengiriman total.
Huawei juga tetap menjadi pemain kuat di China, menurut data Counterpoint Research yang dirilis pada Juli lalu. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu belum tergeser dari posisinya di pasar domestik.
Dengan masuknya Apple ke segmen smartphone lipat, persaingan di kategori perangkat premium dipastikan semakin ketat. Samsung tidak hanya menghadapi tekanan dari Apple, tetapi juga dari Huawei yang terus memperkuat posisinya di pasar China.