Garmin Fenix 9 Pro Meluncur, Jam Tangan Petualangan Berbalut Titanium Penuh

Garmin Fenix 9 Pro Meluncur, Jam Tangan Petualangan Berbalut Titanium Penuh

INVESTORTALK.ID — Garmin Fenix 9 Pro resmi meluncur dengan bodi titanium penuh dan peta yang lebih cepat, menyasar pendaki hingga pelari ultra yang butuh perangkat tahan banting di medan ekstrem. Bagi pengguna di Indonesia yang hobi aktivitas luar ruang, kehadiran jam ini menandai standar baru jam petualangan premium, meski harganya masih jauh di atas rata-rata jam olahraga di pasaran lokal.

Garmin Fenix 9 Pro diluncurkan pada Agustus 2026 bersama versi standar Fenix 9. Lini ini menawarkan tiga ukuran dan dua jenis layar, dengan pilihan antara model standar dan Pro.

Fenix 9 standar dibanderol mulai 999 dolar AS atau 859 poundsterling. Sementara Fenix 9 Pro mulai 1.029 dolar AS atau 999 poundsterling, dan naik jadi 1.199 dolar AS atau 1.029 poundsterling jika memilih varian dengan konektivitas inReach.

Titanium Penuh dan Layar AMOLED yang Lebih Terang

Perubahan paling terasa ada pada bodi titanium penuh. Material ini tidak menambah bobot, tetapi membuat Fenix 9 Pro tampil dan terasa lebih mewah untuk dipakai sepanjang hari.

Model 51mm yang diuji memiliki layar terbesar di jajaran jam Garmin, yakni panel AMOLED 1,5 inci. Layarnya sangat terang dan mudah dibaca bahkan dari sudut miring saat mode selalu aktif.

Garmin menghapus model MicroLED dari lini Fenix, kemungkinan karena memerlukan bodi lebih tebal dan baterai lebih boros. Keputusan itu tidak terlalu disayangkan mengingat kualitas layar AMOLED pada Fenix 9 Pro.

Jam ini tetap berukuran besar dan relatif tebal dibanding lini Forerunner maupun Venu. Meski begitu, pemakaian model 51mm masih nyaman untuk aktivitas harian.

Senter bawaan di bagian atas jam kini punya mode hijau, melengkapi mode putih dan merah. Mode ini berguna saat membaca peta atau untuk olahraga tertentu seperti memancing.

Pelacakan Olahraga dan Analisis Latihan Makin Dalam

Pembaruan mencakup dukungan dayung yang lebih baik, dengan skor FTP dan VO2 max untuk dayung dalam ruangan. Pengguna juga bisa memasukkan berat tas saat melakukan rucking.

Fitur baru bernama Garmin Epic memungkinkan penggabungan beberapa aktivitas ke dalam satu data. Ini berguna untuk meninjau satu blok latihan maraton atau pendakian multi-hari.

Fitur Stamina juga diperbarui untuk menunjukkan cadangan energi secara real time selama aktivitas. Metrik ini membantu mencegah pengguna memacu tenaga terlalu keras di awal lomba jarak jauh.

Sejumlah pembaruan itu akan dihadirkan kembali ke model lama. Garmin tetap menawarkan rangkaian analisis latihan terlengkap di antara jam olahraga, termasuk running tolerance dan skor daya tahan keseluruhan.

Akurasi GPS dan Detak Jantung

Pengujian akurasi detak jantung optik dilakukan dengan pembanding ban dada pada berbagai jenis latihan. Hasilnya dinilai sangat baik, termasuk saat berlari dan bersepeda.

Garmin mengubah penamaan mode GPS, tetapi opsi Akurasi Maksimum yang dipakai menggunakan mode multi-band paling presisi. Akurasi GPS tercatat nyaris tepat, termasuk saat lomba setengah maraton.

Sensor optik memang tidak seakurat ban dada untuk latihan kekuatan, namun hasilnya masih tergolong akurat. Ukuran jam 51mm sempat dikhawatirkan menyulitkan pemasangan ketat, tetapi tidak jadi masalah dalam pengujian.

Konektivitas Satelit dan Baterai Tahan Lama

Varian inReach menawarkan konektivitas LTE dan satelit, fitur yang pertama hadir di Fenix 8 Pro. Layanan ini memerlukan langganan Garmin seharga 7,99 hingga 49,99 dolar AS, tergantung tingkat kebutuhan.

Tersedia uji coba gratis, dan setelahnya pengguna mendapat pesan SOS gratis selama 12 bulan. Layanan lain tetap berbayar.

Baterai Fenix 9 Pro 51mm yang diuji bertahan 10-11 hari dalam sekali pengisian. Pengujian dilakukan dengan layar selalu aktif dan GPS akurasi tertinggi hampir setiap hari untuk lari luar ruang.

Daya tahan bisa diperpanjang dengan mengatur layar menyala saat diangkat atau memakai mode GPS lain. Model 43mm dan 47mm memiliki daya tahan jauh lebih pendek, dengan varian 43mm perlu diisi ulang setiap tiga hingga empat hari.

Peta Navigasi yang Lebih Gesit

Peta pada Fenix 9 Pro memuat lebih cepat saat digeser dan diperbesar. Pembaruan arah hadap juga berlangsung lebih sigap.

Ada sudut pandang perspektif baru yang memiringkan peta agar posisi pengguna lebih jelas. Pembaruan ini berguna meski bukan perubahan besar.

Garmin tetap unggul lewat peta routable yang mengetahui posisi pengguna dan bisa membuat rute secara langsung. Merek lain umumnya hanya menampilkan peta non-routable yang melapisi jejak di atas gambar.

Fitur Pintar dan Pesaing

Fenix 9 Pro menyertakan pembayaran NFC lewat Garmin Pay, penyimpanan musik untuk pemutaran offline, serta banyak opsi kustomisasi tampilan jam. Toko aplikasi Connect IQ tidak sekaya App Store atau Google Play, tetapi menyediakan beragam watch face dan widget.

Bagi yang ingin jam petualangan terbaik tanpa mempertimbangkan harga, Fenix 9 Pro jadi pilihan utama. Namun pembaruan dari Fenix 8 Pro dinilai tidak cukup besar, sehingga model lama yang sering diskon bisa jadi nilai lebih baik.

Fenix 9 Pro juga bersaing dengan Forerunner 970 yang lebih ringan dan ramping, serta Apple Watch Ultra 4 yang menawarkan fitur pintar lebih baik meski baterainya hanya bertahan sekitar tiga hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index