Tren Makan Tabungan Meningkat, Gadai ValueMax Tetap Salurkan Rp 700 Miliar

Tren Makan Tabungan Meningkat, Gadai ValueMax Tetap Salurkan Rp 700 Miliar
Tren Makan Tabungan Meningkat, Gadai ValueMax Tetap Salurkan Rp 700 Miliar

INVESTORTALK.ID — PT Gadai ValueMax Indonesia menyalurkan pembiayaan Rp 700 miliar hingga semester I 2026, meski masyarakat mulai tergerus tabungannya untuk kebutuhan harian. Perusahaan menilai gadai tetap jadi pilihan saat likuiditas jangka pendek menipis.

PT Gadai ValueMax Indonesia mencatat penyaluran gadai mencapai Rp 700 miliar hingga semester I 2026. Angka itu muncul di tengah kebiasaan baru sebagian masyarakat yang memakai tabungan untuk belanja sehari-hari.

Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia, Brian Wiraatmadja, menilai tren makan tabungan memang bisa memengaruhi minat gadai. Tapi efeknya tidak selalu membuat permintaan gadai turun.

Ketika arus kas rumah tangga mengetat, layanan gadai justru jadi jalan keluar tanpa harus menjual aset. Nasabah bisa menebus barangnya kembali setelah keuangan membaik.

Gadai Jadi Penyangga Likuiditas Jangka Pendek

Brian menjelaskan gadai kerap dipakai untuk kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan, kesehatan, atau kewajiban usaha. Ada juga nasabah yang memanfaatkannya untuk menjaga arus kas sementara.

"Ada juga nasabah yang menggunakan gadai untuk menjaga cash flow sementara, sehingga tidak selalu karena kondisi keuangan sedang bermasalah," ujarnya kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Brian, gadai kini dipandang bukan hanya sebagai solusi saat terdesak. Masyarakat mulai melihatnya sebagai cara mengatur likuiditas, terutama bagi yang punya banyak aset.

Emas Masih Jadi Jaminan Utama

Barang jaminan yang paling banyak digadaikan masih emas, baik perhiasan maupun logam mulia. Emas dinilai familiar, proses penilaiannya jelas, dan nilainya likuid.

Brian menyebut ada permintaan pada barang berharga lain. Namun porsinya masih di bawah gadai emas.

Perusahaan tetap menjaga pertumbuhan secara prudent. Fokusnya bukan hanya mengejar penyaluran, tapi juga kualitas pembiayaan dan kemampuan nasabah melunasi.

"Kami bukan hanya mengejar penyaluran, melainkan juga menjaga kualitas pembiayaan dan kemampuan nasabah untuk melakukan pelunasan," ucap Brian.

Dampak ke Nasabah

Bagi nasabah dengan aset sentimental, gadai memberi ruang menebus barang saat kondisi keuangan pulih. Ini yang membuat gadai tetap relevan meski tabungan mulai tergerus.

Brian menekankan gadai bisa jadi instrumen pembiayaan praktis selama penggunaannya terukur. Nasabah juga perlu memahami kewajiban dan kemampuan menebus kembali.

Bagi masyarakat yang mulai waspada terhadap arus kas, gadai menjadi alternatif yang menahan aset tetap di tangan. Pilihannya ada di seberapa terukur kebutuhan dan kesiapan menebus.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index