INVESTORTALK.ID — Enzo Le Fee menjelma jadi sosok krusial bagi Sunderland di balik kepemimpinan Granit Xhaka. Gelandang Prancis itu menyelesaikan musim perdananya di Premier League dengan kontribusi yang membuatnya layak dianggap sebagai legenda modern klub.
Nama Granit Xhaka memang lebih dulu mencuri panggung di Stadium of Light. Kapten Swiss itu datang ke Wearside setelah Sunderland menembus Premier League lewat kemenangan play-off atas Sheffield United.
Banyak pihak sempat meragukan keputusan Xhaka meninggalkan klub juara Bundesliga demi bergabung dengan tim yang diprediksi finis di dasar klasemen. Nyatanya, pemain berusia 33 tahun itu membuktikan keraguan tersebut salah.
Enzo Le Fee Direkrut dengan Status Pinjaman dari AS Roma
Saat Sunderland memburu posisi promosi pada Januari 2025, pemilik klub Kyril Louis-Dreyfus bergerak cepat. Pria berkebangsaan Swiss-Prancis itu berhasil membujuk Enzo Le Fee, mantan pemain timnas U21 Prancis, meninggalkan AS Roma demi bermain di kasta kedua Inggris.
Le Fee datang dengan status pinjaman awal. Sentuhan pertamanya langsung menunjukkan kualitas luar biasa, dan status permanennya bergantung pada promosi ke Premier League.
"Saya berada di Roma, saya agak sedih karena tidak menikmati sepak bola," kata Le Fee kepada Opta Analyst sebulan setelah menyelesaikan masa pinjaman.
"Saya ingin menemukan kepercayaan diri lagi, jadi saya datang ke sini karena saya tahu Le Bris bisa memberi saya semua yang saya butuhkan untuk tampil di lapangan."
Transfer Permanen Senilai 19,3 Juta Pound Sterling
Setelah pesta promosi di Wembley, status pinjaman Le Fee diubah menjadi permanen dengan mahar 19,3 juta pound sterling. Nilai itu menjadi rekor transfer klub saat itu.
Cedera sempat menghambatnya menunjukkan seluruh kemampuan di Championship. Meski begitu, kebahagiaan dan kepercayaan dirinya mulai tumbuh kembali.
Disingkirkan di Laga Pembuka, Lalu Menjadi Motor Serangan
Le Fee sempat dicadangkan Le Bris pada laga pembuka melawan West Ham United. Penyebabnya adalah persaingan ketat di lini tengah, terutama setelah Noah Sadiki tampil mengesankan di pramusim.
Sementara publik memuji pengaruh awal Xhaka, Le Fee bekerja keras merebut kembali tempatnya. Ia lantas menegaskan status sebagai kreator utama Sunderland, baik saat ditempatkan di sayap maupun di posisi sentral di depan sang kapten.
Gol dan assist penting melawan Brentford, Bournemouth, dan Liverpool membuktikan perannya. Menurut data FotMob, hingga akhir musim ia mencatatkan jarak tempuh lari lebih banyak daripada 93 persen pemain di posisinya.
Statistik dan Konsistensi Le Fee Musim 2025/26
- Lima gol dan enam assist di musim perdananya di Premier League
- Bermain penuh dalam 22 dari 23 penampilan terakhir di liga
- Hanya absen lima menit akibat cedera saat derby Tyne-Wear
Angka tersebut memang belum tergolong luar biasa. Namun Le Fee menjalankan tugasnya tanpa banyak sorotan, menghasilkan momen magis lewat sepakan kakinya.
Masa Depan Xhaka dan Peluang Le Fee Menjadi Legenda
Ada argumen wajar bahwa Xhaka akan dikenang lebih lama di Wearside. Meski begitu, peristiwa musim panas sempat menggores reputasinya yang sebelumnya dianggap tak tersentuh.
Sempat muncul periode ketika hubungan Xhaka dengan Sunderland terancam berakhir demi reuninya dengan Xabi Alonso di Chelsea. Meski laporan yang beredar saling bertentangan, ada indikasi keinginan dari pihak pemain.
Di usia 33 tahun, Xhaka belum menunjukkan tanda penurunan. Realistisnya, ia hanya punya beberapa musim lagi di level tertinggi dan kemungkinan meninggalkan kesan singkat namun mendalam.
Le Fee berada di posisi berbeda. Di usia 26 tahun, ia sedang menapaki puncak karier dan bisa bertahan lama di Sunderland selama menjaga performa di bawah pelatih yang ia sebut sebagai figur ayah.
Petualangan Europa League dan Peluang Sejarah
Sunderland kini menjalani petualangan Europa League dengan lawatan ke Milan, Anderlecht, dan Lech Poznan. Peluang mencetak sejarah terbuka lebar jika klub melaju jauh di kompetisi ini.
Pertanda baik menyertai langkah mereka. Delapan klub Inggris terakhir yang lolos lewat posisi liga semuanya melewati fase grup atau fase liga, dengan enam di antaranya mencapai perempat final dan Aston Villa menjuarai kompetisi musim lalu.
Jika Sunderland kembali membuat kejutan, Xhaka dan Le Fee akan jadi kunci, terutama di fase krusial kompetisi. Le Fee, yang namanya berarti peri, bisa jadi sosok penulis babak baru dalam sejarah Black Cats.