IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Uji Rentang 5.723-5.784

IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Uji Rentang 5.723-5.784
Indeks harga saham gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan mengalami penurunan pada sesi perdagangan hari ini, Senin (29/6/2026). 

Tim riset dari MNC Sekuritas menerangkan bahwa pelemahan indeks sebesar 1,72% ke posisi 5.896 saat penutupan hari Jumat (26/6) dipicu oleh menguatnya tekanan jual, serta pergerakan indeks yang kembali berada di bawah MA20. 

Jika dihitung dalam sepekan, posisi indeks saham sudah merosot 4,55% dan telah menyentuh batas koreksi minimal seperti yang diproyeksikan sebelumnya. Saat ini, posisi IHSG dianalisis masih menjadi bagian dari wave (b) menuju wave [iv].

"Kami perkirakan IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784. Adapun, penguatan IHSG dalam jangka pendek kami perkirakan untuk menguji 5.912-5.937," tulis sekuritas, Minggu (28/6/2026).

Merujuk pada data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks mengalami penurunan sebesar 4,55% dalam satu minggu terakhir, yakni dari level 6.177,139 jeblok ke level 5.896,134 pada Jumat (26/6/2026). 

Angka ini sekaligus menghempaskan kembali posisi indeks ke bawah level psikologis 6.000. Kemerosotan nilai indeks ini juga berimbas pada menyusutnya nilai kapitalisasi pasar di BEI sebesar 4,51%, dari yang sebelumnya Rp10.788 triliun kini menjadi Rp10.302 triliun pada pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad memaparkan bahwa rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini turut merosot sebesar 22,95% menjadi 1,73 juta kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 2,24 juta kali transaksi.

”Lalu, data rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mengalami perubahan sebesar 26,01% menjadi 25,18 billion lembar saham dari 34,03 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ungkap Kautsar dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026).

Di sisi lain, perputaran nilai transaksi harian rata-rata pada pekan ini juga mengalami fluktuasi sebesar 29,13% menjadi Rp17,58 triliun dari angka pekan lalu yang menyentuh Rp24,80 triliun. 

Sementara itu, para investor mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp537,25 miliar pada perdagangan hari Jumat (26/6/2026). Sepanjang tahun berjalan di 2026, total nilai jual bersih yang dicatatkan sudah menyentuh Rp71,681 triliun.

Berdasarkan pergerakan real-time melalui data IDX Mobile, pada pukul 09.02 WIB, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 0,19% atau terpangkas 11,17 poin ke level 5.884,96. Aktivitas pasar di awal perdagangan ini mencatatkan volume transaksi sebesar 602,2 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp452 miliar. 

Pergerakan minor ini terus berlanjut hingga akhir sesi I pukul 12.05 WIB, di mana indeks saham terkoreksi 0,97% atau kehilangan 57,18 poin ke level 5.838,95, dengan kondisi 257 saham bergerak naik, 399 saham turun, dan 303 saham tidak bergerak.

Memasuki sesi II sekitar pukul 14.20 WIB, posisi pasar modal masih belum membaik dengan koreksi sebesar 1,2% atau terpangkas 70,57 poin ke posisi 5.825,56. Hingga pada akhirnya, perdagangan resmi ditutup dengan hasil IHSG terkoreksi cukup dalam sebesar 1,28% atau anjlok hingga 75,34 poin menuju level 5.820,79. 

Pada penutupan akhir ini, tercatat ada 228 saham yang berada di zona hijau, 467 saham berakhir di zona merah, sedangkan 264 saham lainnya bergerak stagnan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index