JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan enam instruksi penting kepada segenap jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mulai dari mempertahankan kepercayaan publik hingga menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI).
Saat menyampaikan amanatnya dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa kepercayaan publik adalah modal krusial yang wajib dipelihara oleh tiap personel Polri.
"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo pun menginstruksikan agar semua anggota Polri senantiasa berada di tengah-tengah publik dan menyajikan pelayanan optimal. Menurut dia, aparat kepolisian wajib berperan sebagai pelindung sekaligus pengayom, bukannya menjadi sumber kesusahan bagi warga.
Ia mewanti-wanti bahwa semua fasilitas serta pendapatan yang diterima oleh aparat negara bersumber dari rakyat, sehingga wajib dipertanggungjawabkan lewat dedikasi yang tulus.
Presiden Prabowo menitikberatkan pentingnya proses penegakan hukum yang berkeadilan. Ia mengimbau jajaran Polri untuk bernyali dalam menegakkan kebenaran serta memayungi kaum yang lemah tanpa perlu gentar terhadap intervensi dari pihak mana pun.
"Jangan pernah takut kepada siapapun. Kami hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa," ucapnya dengan lugas.
Di samping itu, Presiden Prabowo memotivasi Polri untuk terus memacu profesionalisme melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kecerdasan buatan (AI). Di matanya, hambatan dari kriminalitas modern hanya bisa dituntaskan oleh aparat yang mau terus belajar dan mempunyai kompetensi mumpuni.
Presiden Prabowo pun menggarisbawahi krusialnya memperkokoh sinergi bersama bermacam-macam elemen bangsa. Ia menyebutkan bahwa Polri tidak bisa berdiri sendiri, melainkan wajib bersinergi dengan TNI, pihak pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, serta segenap rakyat Indonesia.
Sebagai instruksi pemungkas, Presiden Prabowo menghendaki Polri untuk konsisten berbenah di internal organisasi dengan mengedepankan sikap bersahaja serta adaptif terhadap pembaruan.
"Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri, justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik," tutur Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo tidak lupa mengutarakan apresiasinya kepada institusi Polri yang dipandang konsisten membenahi organisasi, memacu profesionalitas, kedisiplinan, pelayanan terhadap publik, hingga memantapkan kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa.