JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mempromosikan penguatan aspek spiritual kaum perempuan sebagai basis utama demi melahirkan generasi masa depan yang kokoh, bermutu, dan berakhlak terpuji melalui agenda bertajuk “Senja Penuh Berkah: Doa Warisan untuk Generasi” yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Selasa (30/6).
Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto lewat rilis persnya di Jakarta, Rabu, memaparkan bahwa acara yang dihelat demi memperingati Tahun Baru Islam ini menjadi lini program kerja organisasi untuk memantapkan nilai keagamaan perempuan yang bertindak sebagai ibu bangsa sekaligus tonggak utama pembentukan moral generasi muda.
"Melalui semangat 1 Muharram ini, kami ingin menguatkan spiritualitas perempuan. Perempuan yang mengenal Tuhannya akan memiliki kekuatan untuk menjadi problem solver, mampu menghadirkan solusi bagi kehidupan anak-anak dan generasi penerus bangsa," kata Nannie.
Nannie berpandangan bahwa figur wanita yang mempunyai pondasi iman yang teguh bakal sanggup mengemban fungsi krusialnya, baik di ranah domestik maupun sosial, dengan memberikan jalan keluar atas aneka tantangan yang ditemui anak-anak serta generasi masa depan.
Ia memastikan bahwa Kowani bakal senantiasa memotivasi kaum hawa di tanah air agar memposisikan nilai religiusitas, moralitas, serta empati sosial sebagai peninggalan paling berharga untuk masa depan anak cucu.
Menurut pendapatnya, kemajuan sebuah negara tidak sekadar diukur dari pertumbuhan finansial dan kecanggihan teknologi saja, melainkan juga lewat bobot moral yang dipupuk mulai dari ekosistem domestik.
"Warisan terbaik bagi anak-anak bukanlah harta atau jabatan, melainkan keimanan, akhlak mulia, dan pendidikan yang baik. Perempuan sebagai ibu bangsa memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus," ujarnya.
Nannie melanjutkan, agenda keagamaan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah perekat persatuan di antara seluruh elemen organisasi di bawah naungan Federasi Kowani agar kian terintegrasi kala menggulirkan beragam program yang berdampak konkret bagi khalayak.
"Program ini menjadi bagian penting untuk memperkuat kebersamaan seluruh anggota Federasi Kowani agar semakin solid dalam melaksanakan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata dia.
Ia mengutarakan bahwa gairah menyambut Tahun Baru Hijriah semestinya bertransformasi menjadi stimulus baru bagi Kowani untuk konsisten menyajikan program kerja yang segar, terbuka untuk semua kalangan, serta kian peka terhadap dinamika kebutuhan publik, utamanya kaum perempuan.
"Semangat 1 Muharram ini menjadi semangat baru bagi Kowani untuk menghadirkan program-program yang lebih inovatif, lebih peduli kepada masyarakat, khususnya perempuan, sehingga keberadaan Kowani semakin dirasakan manfaatnya," tutur Nannie Hadi Tjahjanto.
Sebagai informasi, perhelatan tersebut turut diramaikan oleh kehadiran Ketua Umum Kowani Masa Bakti 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, eks Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono, Ketua Umum Saudagar Muslimah Indonesia Nur Azizah Ma’ruf Amin, Ustaz Maulana yang bertindak selaku pemberi tausiah, Ustaz Darmawan selaku perwakilan Komisi Dakwah MUI, serta jajaran pengurus hingga perwakilan organisasi anggota Federasi Kowani.