Warna Baru Hyundai Ioniq V Guna Perkuat Pasar EV di China

Warna Baru Hyundai Ioniq V Guna Perkuat Pasar EV di China
Hyundai Ioniq V. (Foto: NET)

JAKARTA - Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, menyuguhkan opsi warna anyar buat Ioniq V. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi terbaru perusahaan dalam memperkokoh eksistensinya di pasar kendaraan elektrik Negeri Tirai Bambu.

Dikutip dari laporan IndustriOtomotifCarnewsChina pada Senin (6/7) waktu setempat, Hyundai tak sekadar memberikan penyegaran pada tampilan luar. 

Varian ini pun merepresentasikan peralihan haluan desain pabrikan, yang awalnya kental dengan karakter retro-piksel kini bertransformasi ke arah estetika bernuansa cyberpunk. Desain khusus ini digarap langsung oleh tim perancang Hyundai yang berbasis di China.

Peluncuran opsi kelir anyar ini dilakukan menyusul debut perdana Ioniq V di ajang Beijing Auto Show 2026 yang digelar beberapa waktu lalu. 

Langkah strategis tersebut diambil oleh Beijing Hyundai demi menyajikan produk yang lebih selaras dengan preferensi pelanggan domestik, di tengah tensi kompetisi pasar kendaraan listrik yang kian memanas.

Hyundai menyediakan delapan opsi kelir untuk eksteriornya, meliputi Cyber Gold, Dimensional Purple, Gamma Green, Magnetic Grey, Photon White dengan opsi finis mengilat (glossy) ataupun matte, Streamer Silver, dan Night Blade Black. 

Seluruh pilihan warna yang ditawarkan diaplikasikan untuk menonjolkan kesan futuristik lewat guratan bodi yang tegas serta proporsi fastback yang rendah.

Melihat spesifikasi dimensinya, Ioniq V dirancang dengan panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dan memiliki jarak sumbu roda sebesar 2.900 mm. 

Sedan listrik ini dirakit di atas platform khusus Electric-Global Modular Platform (E-GMP) dan dilengkapi pintu tanpa bingkai (frameless), lampu depan yang meruncing, pelek aerodinamis eksklusif, serta lampu belakang bermotif “Star-Track Dimensional” demi mempertegas nuansa cyberpunk.

Dari segi dapur pacu dan teknologi, Hyundai menerapkan arsitektur kelistrikan 800 volt yang andal untuk pengisian daya instan, disandingkan bersama motor listrik berefisiensi tinggi. 

Mobil ini nantinya bakal dipasarkan dalam opsi kendaraan listrik murni (BEV) maupun tipe range extender guna mengakomodasi kebutuhan konsumen di China.

Saat ini, Ioniq V dipersenjatai daya dari baterai litium pasokan CATL berdaya tampung 66,8 kWh. Dengan kapasitas tersebut, mobil ini diklaim mampu menjelajah hingga jarak 620 kilometer mengacu pada metode pengujian CLTC.

Pada bagian interior, ruang kabin mengusung tema “Nebula Circular” yang dilengkapi panel layar ultra-tipis berukuran 27 inci beresolusi 4K, head-up display Cyber-Eye, serta dukungan komputasi yang ditenagai cip Qualcomm Snapdragon. 

Sistem ini diintegrasikan langsung dengan peranti lunak pembantu pengemudi dari Momenta ADAS.

Upaya lokalisasi produk ini memperlihatkan keseriusan Hyundai dalam mendongkrak daya saing mereka di pasar kendaraan elektrik paling masif secara global. 

Langkah konkrit ini dinilai krusial, mengingat rapor penjualan Beijing Hyundai sampai periode Mei 2026 masih disokong kuat oleh lini kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).

Hingga kini, Hyundai Elantra masih memegang status sebagai penyumbang terbesar penjualan perusahaan, yang kemudian disusul oleh varian Tucson. 

Di sisi lain, volume permintaan untuk model ix35 justru terus merosot. Lewat kehadiran Ioniq V, Hyundai menargetkan dapat menstimulasi akselerasi transisi menuju era elektrifikasi sekaligus mendominasi pangsa pasar yang lebih luas di China.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index