Indosat dan Arsari Group Luncurkan PT Infra Fiber Teknologi

Indosat dan Arsari Group Luncurkan PT Infra Fiber Teknologi
PT Infra Fiber Teknologi (IFT) hadir sebagai platform infrastruktur fiber independen hasil kemitraan strategis antara PT Indosat Tbk (ISAT) dengan Arsari Group. (Foto: NET)

JAKARTA — Proses konsolidasi serta maksimalisasi aset jaringan digital di dalam negeri kini memulai fase baru lewat peluncuran PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Perusahaan ini beroperasi sebagai platform infrastruktur serat optik independen yang terbentuk dari kemitraan strategis antara PT Indosat Tbk (ISAT) dengan Arsari Group kepunyaan Aryo Djojohadikusumo. 

Perusahaan patungan yang mulai diperkenalkan pada awal Juli 2026 ini disiapkan untuk memperkokoh jaringan utama konektivitas domestik sekaligus memenuhi lonjakan kebutuhan data dalam skala masif demi mendukung kesiapan ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Melalui utilisasi aset serat optik dalam skala besar yang dialihkan dari lini bisnis Indosat beserta entitas anak usahanya, perusahaan patungan ini diproyeksikan dapat mempercepat pemerataan jangkauan digital lewat penyediaan kapasitas jaringan grosir (wholesale) secara netral bagi seluruh pelaku industri teknologi serta telekomunikasi di Tanah Air.

Kehadiran korporasi baru dari hasil kolaborasi emiten telekomunikasi raksasa dan grup bisnis terkemuka ini membawa peta jalan baru bagi efisiensi industri digital nasional. Struktur permodalan serta kepemilikan aset yang kuat memposisikan entitas mandiri ini sebagai penyedia jalur utama bagi lalu lintas data interkoneksi antarpulau maupun wilayah metropolitan.

Berikut merupakan 7 fakta menarik mengenai PT Infra Fiber Teknologi:

1. Kolaborasi Strategis Dua Raksasa Bisnis PT Infra Fiber Teknologi bukan sekadar penyedia layanan kabel biasa, melainkan platform infrastruktur serat optik digital independen yang lahir dari perkawinan strategis antara PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) dengan Arsari Group. 

Langkah korporasi ini menggabungkan keahlian teknologi komunikasi dari operator seluler terkemuka dengan kekuatan jaringan bisnis investasi domestik yang kokoh untuk mengawal transformasi digital tanah air.

2. Memiliki Modal Aset Awal yang Sangat Luas Perusahaan gabungan ini langsung memegang kendali operasional atas aset serat optik yang sangat luas sejak hari pertama peluncurannya. Kapabilitas tersebut diperoleh melalui mekanisme pengalihan (inbreng) aset serat optik milik Indosat beserta anak usahanya, PT Indosat Tbk (Lintasarta). 

Konsolidasi aset hulu ini membuat perusahaan memiliki modal infrastruktur yang matang untuk langsung bersaing di pasar grosir konektivitas pita lebar.

3. Mengelola Lebih dari 86.000 Kilometer Jaringan Jangkauan bentangan kabel yang berada di bawah manajemen operasional entitas baru ini tergolong masif di tingkat regional. 

PT Infra Fiber Teknologi tercatat mengelola total panjang jaringan kabel serat optik yang mencapai lebih dari 86.000 kilometer. Infrastruktur ini tersebar luas membelah daratan dan lautan di seluruh pelosok wilayah nusantara.

4. Infrastruktur Terintegrasi Lintas Medan Topologi jaringan yang dimiliki oleh perusahaan dirancang secara terintegrasi untuk melayani berbagai kebutuhan transfer data. Jangkauan masif tersebut mencakup jaringan kabel bawah laut domestik (Domestic Subsea Fiber Optic) untuk menghubungkan pulau-pulau besar. 

Selain itu, asetnya meliputi jaringan tulang punggung nasional (backbone) hingga jalur akses metropolitan maupun non-metropolitan.

5. Fokus pada Wilayah Minim Layanan dan Kesiapan AI Peta ekspansi ke depan difokuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital di wilayah-wilayah yang saat ini masih minim layanan (underserved) demi mendukung keadilan akses informasi. 

Di sisi lain, pembentukan entitas ini ditujukan untuk memperkuat jaringan tulang punggung telekomunikasi nasional dalam menyambut era komputasi modern dan implementasi ekosistem berbasis kecerdasan buatan (AI) di sektor industri maupun pemerintahan.

6. Model Bisnis Akses Terbuka secara Netral Model bisnis yang dijalankan oleh perusahaan mengusung konsep akses terbuka (open-access). Perusahaan memposisikan diri sebagai penyedia kapasitas grosir (wholesale) secara netral dan independen. 

Layanan ini ditujukan bagi para operator telekomunikasi seluler, Penyedia Jasa Internet (ISP), pengelola pusat data (data center), perusahaan hyperscaler, korporasi multinasional, hingga instansi pemerintahan.

Tiga pilar layanan utama yang disiapkan mencakup Submarine Fiber untuk koneksi antarpulau, Inland Terrestrial Fiber berupa solusi kabel darat dengan topologi fleksibel, serta Fiber Access (FTTX) guna menghantarkan konektivitas langsung ke perumahan (Fiber to the Home), gedung perkantoran (Fiber to the Office), dan kawasan industri (Fiber to the Building).

7. Memegang Empat Nilai Utama Perusahaan Dalam menjalankan kapabilitas bisnisnya demi membangun ekosistem digital yang berkelanjutan, manajemen memegang teguh empat pilar nilai utama perusahaan. 

Empat nilai tersebut meliputi Reliability (Keandalan) untuk menjamin stabilitas jaringan berstandar internasional, Scalability (Skalabilitas) dengan arsitektur jaringan yang adaptif mengikuti pertumbuhan data, Security (Keamanan) untuk memproteksi lalu lintas data pelanggan, serta Partnership (Kemitraan) yang mengedepankan kolaborasi jangka panjang bersama seluruh pelaku industri digital. 

Ekosistem ini diharapkan mampu menciptakan iklim persaingan usaha yang lebih sehat dan integratif bagi masa depan teknologi informasi Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index