JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) pada Senin (29/6) resmi menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp 389,62 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp 25 per lembar saham yang diambil dari perolehan laba bersih Tahun Buku 2025.
Sepanjang tahun 2025, Erajaya berhasil mengantongi penjualan bersih mencapai Rp 76,6 triliun. Dari hasil tersebut, Perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp 8,35 triliun dengan margin laba kotor berada di angka 10,9%.
Capaian positif ini berhasil dipertahankan berkat konsistensi dalam menerapkan strategi diversifikasi bisnis, sehingga perusahaan tetap kokoh menghadapi perubahan dinamika pasar sepanjang tahun.
“Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham, sejalan dengan kinerja Perseroan yang solid sepanjang tahun 2025,” ujar Hasan Aula, Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada, dalam keterangannya, Rabu (1/72026).
Selama tahun lalu, ERAA gencar memperkuat strategi diversifikasi melalui perluasan portofolio usaha di berbagai bidang. Di samping mengandalkan bisnis inti di sektor distribusi dan ritel perangkat telekomunikasi, lini ekosistem bisnis juga dilebarkan lewat pertumbuhan vertikal usaha lain, seperti Erajaya Active Lifestyle serta Erajaya Food & Nourishment.
Beberapa merek baru yang kini masuk portofolio anak usahanya meliputi CHAGEE pada sektor kuliner, XPENG untuk kendaraan listrik (EV), serta ANTA dan Wilson di bidang ritel pakaian olahraga.
Walau sektor digital masih mendominasi dengan kontribusi 74%, ERAA sukses mengoptimalkan lini bisnis lainnya. Bisnis internasional menyumbang 14,8%, diikuti oleh active lifestyle sebesar 7,5%, dan food & nourishment sebesar 3,8%.
Tren pertumbuhan ini terus berlanjut hingga Kuartal I 2026. Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 22,4 triliun, atau melonjak 41,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Kinerja positif ini didukung oleh performa yang kuat di seluruh vertikal bisnis Perseroan, sejalan dengan strategi diversifikasi yang terus dijalankan secara konsisten melalui pengembangan portofolio usaha dan ekspansi bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.
Demi meningkatkan pengalaman pelanggan, ERAA juga terus memperkokoh ekosistem omnichannel yang terintegrasi. Terbukti hingga Kuartal I 2026, jaringan ritel yang dioperasikan Erajaya di Indonesia telah melampaui 2.400 gerai.
Infrastruktur ini diperkuat oleh platform digital commerce serta program loyalitas pelanggan MyEraspace yang saat ini telah menjaring lebih dari 17,5 juta anggota.
Di samping itu, RUPST ERAA juga menetapkan perubahan pada jajaran pengurus perusahaan. Rapat secara resmi menerima surat pengunduran diri Bapak Lim Bing Tjay dari posisi Komisaris Independen Perseroan yang berlaku sejak 31 Maret 2026.
Sebagai gantinya, para pemegang saham sepakat mengangkat Bapak Rudiantara untuk mengisi posisi Komisaris Independen Perseroan yang baru.