JAKARTA - Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) membukukan rapor positif untuk perolehan Return on Investment (RoI) per April 2026. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menyebutkan RoI Dapen BCA per April 2026 berada di angka 1,24%.
"Angkanya mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan posisi Maret 2026 yang sebesar 0,42%," katanya, Rabu (1/7/2026).
Budi menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut dipicu oleh situasi pasar saham pada April 2026 yang bergerak menguat, ditambah dengan pergerakan yield obligasi yang bergerak turun.
"Dengan demikian, hal itu berdampak positif pada valuasi portofolio pendapatan tetap kami," ucapnya.
Selanjutnya, Budi memaparkan Dapen BCA bakal mengeksekusi beberapa taktik demi menggenjot hasil investasi di tengah beragam situasi menantang, layaknya depresiasi Rupiah, fluktuasi pasar modal, hingga katrolan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.
Budi mengutarakan taktiknya, yaitu berkonsentrasi pada pengaturan portofolio yang menitikberatkan asas prudensial, fleksibilitas alokasi aset yang dinamis, serta proteksi nilai dana peserta.
Dia menambahkan langkah mendongkrak RoI juga ditempuh lewat optimalisasi durasi aset secara aktif untuk membaca arah suku bunga, sekaligus menyebarkan dana secara terukur pada instrumen berfundamental kuat.
"Di samping itu, sebagian porsi surat utang dikelola dengan pendekatan hold-to-maturity (HTM) untuk meminimalkan dampak gejolak harga harian (mark-to-market) di pasar obligasi," tuturnya.
Sebagai catatan, data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, RoI dana pensiun konvensional merangkak naik secara bulanan dari 0,02% per Maret 2026, menjadi 0,55% per April 2026.