JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjalin kemitraan dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP Persagi) dalam mencetak wirausaha bidang gizi atau nutripreneur demi memperkokoh ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Adha Damanik menyampaikan bahwa sinergi ini ditargetkan mampu mencetak para ahli gizi yang tidak cuma mempunyai keahlian profesional, melainkan juga sanggup mendirikan bisnis yang menciptakan lapangan kerja baru.
"Kami menyambut inisiatif Persagi untuk membangun kerja sama dalam kerangka mendorong lahirnya nutripreneur yang memiliki keahlian terkait gizi dan di sisi lain menjadi pengusaha yang berkontribusi terhadap ekonomi daerah," ucap Riza sewaktu menghadiri acara Temu Ilmiah Nasional II Persagi di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/7/2026).
Riza memaparkan bahwa terdapat tiga strategi yang disiapkan Kementerian UMKM guna menyokong program ini, meliputi penguatan inkubasi bisnis, pengumpulan data lewat platform SAPA UMKM, serta perluasan jaringan inkubator bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dan universitas di bidang kesehatan.
Ia menilai, fase inkubasi memegang peranan krusial agar para calon pebisnis mendapat pembekalan, bimbingan, hingga fasilitas pembiayaan melalui skema andalan pemerintah, yaitu Program Kewirausahaan dan Penciptaan Lapangan Kerja (Prokersa).
"Harapannya program ini juga menyasar ahli-ahli gizi atau nutripreneur yang akan kami lahirkan ke depan," katanya.
Di samping itu, Riza menyebut SAPA UMKM berperan sebagai alat pemerintah dalam mengumpulkan data pelaku usaha secara lebih presisi. Dengan begitu, fasilitas dan akses perluasan usaha dapat tersalurkan secara lebih inklusif, terutama untuk UMKM di sektor pangan.
Riza pun turut memuji penerapan Program MBG di Jawa Timur yang dianggap sukses memperlebar area cakupan sekaligus menyertakan petani, nelayan, peternak, pekebun, pedagang pasar, sampai UMKM ke dalam lingkaran pasokan.
"Skema tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Persagi Doddy Izwardy mengutarakan bahwa kerja sama dengan Kementerian UMKM ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat pembangunan gizi nasional lewat peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mempunyai keahlian sekaligus jiwa usaha.
Ia menegaskan, Persagi berkomitmen memastikan seluruh program gizi nasional tetap dipandu dengan landasan ilmiah agar dampak positifnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Doddy menambahkan, hasil dari Temu Ilmiah Nasional II Persagi ini bakal disusun dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah demi menyokong pembangunan gizi nasional, termasuk mengakselerasi penurunan angka stunting yang menjadi sasaran utama menuju Indonesia Emas 2045.