RI-Belarus Sepakat Perkuat Kerja Sama Lewat Peta Jalan Baru

RI-Belarus Sepakat Perkuat Kerja Sama Lewat Peta Jalan Baru
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia kini tengah berjalan dalam proses meratifikasi Persetujuan Indonesia-Eurasia Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Belarus yang telah lebih dulu meratifikasi perjanjian itu.

"Di bidang perdagangan, kami apresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi Perjanjian Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam pernyataan bersama dengan Presiden Republik Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/6/2027).

Kesepakatan mengenai perdagangan bebas ini sebelumnya telah ditandatangani oleh Indonesia bersama negara-negara Eurasia pada 21 Desember 2025. Anggota dari EAEU sendiri meliputi Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, serta Kirigizstan. 

Di tengah situasi dunia yang dinamis, Belarus dinilai oleh Prabowo sebagai mitra yang sangat krusial bagi Indonesia di wilayah Eurasia. Oleh sebab itu, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang, seperti kebudayaan, perdagangan, dan pertanian.

Hubungan bilateral ini diperkuat dengan peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030 pada hari ini, yang berfungsi sebagai panduan kerja sama selama lima tahun ke depan.

"Peta Jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerjasama yang lebih terarah dan konkret," kata Prabowo.

Sementara itu, Presiden Belarus Lukashenko mengungkapkan bahwa jalinan hubungan antara kedua negara ini telah berlangsung lama. Ia menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu mitra strategis Belarus di Asia Tenggara. 

Lukashenko juga menjamin kesiapan negaranya dalam menyokong implementasi rencana kerja sama yang termuat di dalam peta jalan, khususnya kolaborasi pada sektor manufaktur dan pertanian modern.

"Ini yang paling penting tercapai yang diraih hari ini, pemenuhan food security antara kedua negara serta diskusi mengenai berbagai affairs di bidang global," kata Lukashenko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index