Ekspor

Indonesia Ekspor Ribuan Ton Beras Perdana Ke Arab Saudi

Indonesia Ekspor Ribuan Ton Beras Perdana Ke Arab Saudi
Indonesia Ekspor Ribuan Ton Beras Perdana Ke Arab Saudi

JAKARTA - Ekspor beras Indonesia kembali mencatatkan tonggak baru dalam diplomasi pangan dan perluasan pasar internasional. 

Di tengah upaya menjaga stabilitas pasokan domestik, pemerintah mulai membuka peluang pengiriman beras ke negara tujuan strategis dengan nilai ekonomi tinggi. 

Langkah ini menandai pergeseran posisi Indonesia dari sekadar pemenuh kebutuhan dalam negeri menuju pemain yang mulai diperhitungkan dalam perdagangan pangan regional. 

Arab Saudi dipilih sebagai tujuan perdana, sekaligus simbol pembukaan akses pasar Timur Tengah bagi komoditas beras nasional.

Pengiriman perdana ini bukan sekadar transaksi dagang, melainkan buah kerja lintas sektor yang melibatkan banyak kementerian, lembaga riset, hingga badan usaha milik negara. Prosesnya dipersiapkan dengan standar mutu dan prosedur ekspor yang ketat agar kualitas beras Indonesia diterima pasar tujuan. 

Dengan nilai transaksi yang signifikan, ekspor ini diharapkan membuka pintu bagi peluang lanjutan ke negara lain di kawasan, sekaligus memperluas pangsa pasar produk pangan Indonesia di luar negeri.

Pengiriman Perdana Beras Indonesia Ke Timur Tengah

Pemerintah membuka keran ekspor beras ke Arab Saudi. Tak tanggung-tanggung, 2.280 ton dilepas pada akhir Februari 2026 dengan nilai ditaksir sekitar Rp150 miliar. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut pengiriman ini menjadi yang pertama ke negeri petro dollar tersebut.

"Untuk perdana ini kira-kira 2.000 ton, 2.280 ton ya. Nanti lanjut akan Malaysia dan lain-lain, tapi ini perdana ke Arab Saudi 2.280 ton," ujar Zulhas.

 Pengiriman tahap pertama dijadwalkan berangkat 28 Februari 2026 dan akan dilepas secara resmi. 

Ekspor ini disebut hasil kerja bareng lintas kementerian dan lembaga: Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, BRIN, BPOM hingga sejumlah BUMN. Kolaborasi lintas sektor tersebut memastikan aspek kualitas, keamanan pangan, serta kelancaran logistik terpenuhi sesuai standar negara tujuan.

Dukungan Beras Untuk Konsumsi Jemaah Haji

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan beras tersebut diperuntukkan bagi konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Pengiriman dibagi dua gelombang.

"Dukungan beras haji dengan total jumlah sesuai dengan permintaan dari Kementerian Haji adalah 2.280 ton yang akan kami berangkatkan, direncanakan tanggal 28 Februari 2026 gelombang pertama dan gelombang keduanya tanggal 4 Maret 2026," kata Rizal. 

Ia memastikan proses ekspor mengikuti prosedur dan telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan. Skema pengiriman bertahap ini dirancang untuk menjamin pasokan beras tetap terjaga bagi kebutuhan jemaah haji Indonesia, sekaligus mengantisipasi kelancaran distribusi di negara tujuan.

Beras akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Jeddah. Setelah itu, distribusi ke dapur penyedia konsumsi jemaah haji ditangani importir di Arab Saudi. 

Ada dua importir yang memegang distribusi lanjutan. Skema logistik ini memastikan rantai pasok berjalan efisien dari pelabuhan asal hingga titik konsumsi akhir.

Nilai Ekspor Dan Peluang Pasar Saudi

Nilai ekspor perdana ini diperkirakan mencapai Rp150 miliar. Rizal melihat peluang pasar di Saudi cukup lebar, mengingat banyaknya warga Indonesia di sana serta jumlah jemaah umrah yang hampir menyentuh 2 juta orang per tahun.

"Jadi jemaah umrah Indonesia itu estimasi hampir 2 juta orang per tahun. Oleh karena itu banyak pengusaha-pengusaha sana yang tertarik untuk setelah nanti ada ekspor beras haji akan dilanjutkan dengan ekspor beras umrah dan untuk masyarakat yang ada di Saudi Arabia," jelas Rizal. 

Potensi pasar ini dinilai menjanjikan karena kebutuhan konsumsi beras bagi komunitas Indonesia di Arab Saudi relatif stabil sepanjang tahun. Selain itu, pasar ritel di negara tujuan juga mulai melirik beras Indonesia sebagai alternatif pasokan.

Minat Ritel Modern Dan Prospek Ekspor Lanjutan

Ke depan, permintaan disebut bisa meluas tak hanya untuk haji, tetapi juga umrah dan kebutuhan warga umum lewat ritel modern. Sejumlah jaringan supermarket besar seperti Bin Dawood di Madinah dan Lulu Hypermarket Saudi Arabia dikabarkan sudah menyatakan minat menyerap beras Indonesia. 

Ketertarikan jaringan ritel ini menunjukkan peluang penetrasi produk pangan Indonesia ke pasar konsumen yang lebih luas, tidak terbatas pada segmen jemaah.

Dengan terbukanya minat pasar ritel, peluang ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi berpotensi berkembang menjadi kerja sama jangka panjang. Jika kualitas dan kontinuitas pasokan terjaga, ekspor perdana ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan posisi beras Indonesia di pasar Timur Tengah. 

Selain memperluas pasar, langkah ini juga memberi sinyal positif bahwa komoditas pangan nasional memiliki daya saing untuk bersaing di pasar global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index