Pertamina Diskon Avtur Dorong Harga Tiket Pesawat Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 08:38:28 WIB
Pertamina Diskon Avtur Dorong Harga Tiket Pesawat Lebaran

JAKARTA - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, isu biaya perjalanan udara kembali menjadi perhatian publik. Di tengah lonjakan permintaan penerbangan saat arus mudik dan balik, harga tiket pesawat kerap menjadi faktor penentu bagi mobilitas masyarakat. 

Pemerintah pun mendorong peran BUMN untuk membantu menjaga keterjangkauan transportasi udara. Salah satu langkah yang diambil adalah kebijakan potongan harga bahan bakar pesawat, yang dinilai dapat memberi ruang bagi maskapai untuk menekan ongkos operasional. 

Kebijakan ini diharapkan ikut menopang stimulus ekonomi selama periode hari besar keagamaan, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pergerakan penumpang antardaerah.

PT Pertamina (Persero) memastikan akan memberikan potongan harga bahan bakar minyak jenis avtur sebagai bentuk dukungan tersebut. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Vice President Aviasi Fuel Business Pertamina, Yosef Iswadi, sebagai tindak lanjut koordinasi lintas kementerian yang meminta dukungan BUMN untuk menjaga geliat ekonomi pada momen Ramadan dan Idulfitri. 

Langkah serupa juga pernah dilakukan pada periode libur besar sebelumnya, sehingga dinilai memiliki preseden yang kuat dan dapat menjadi agenda rutin tahunan.

Dukungan BUMN Bagi Mobilitas Ramadan Dan Idulfitri

Kebijakan diskon avtur sebesar 10 persen merupakan respons Pertamina terhadap permintaan pemerintah agar BUMN ikut berkontribusi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. 

Yosef Iswadi menjelaskan bahwa dukungan ini selaras dengan praktik pada momen libur besar sebelumnya, seperti Natal dan Tahun Baru, serta Ramadan dan Idulfitri tahun lalu. 

“Kami dari Pertamina telah mendukung untuk memberi. Sama seperti kegiatan Nataru, RAFI tahun lalu, Pertamina telah diminta memberikan diskon harga Avtur 10 persen,” ujar Yosef.

Kebijakan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari paket stimulus yang lebih luas. Pemerintah mendorong sinergi lintas sektor agar mobilitas masyarakat tetap terjaga tanpa membebani biaya perjalanan secara berlebihan. 

Diskon avtur diharapkan memberi ruang bagi maskapai untuk mengelola biaya operasional, sehingga potensi penurunan harga tiket bisa terjadi di tengah tingginya permintaan penerbangan saat musim mudik.

Dalam praktiknya, dukungan BUMN pada periode hari besar keagamaan kerap menjadi penopang penting bagi kelancaran arus penumpang. Dengan adanya insentif dari sisi bahan bakar, tekanan biaya yang biasanya meningkat saat lonjakan penerbangan dapat ditekan. Ini juga menjadi sinyal bahwa kebijakan transportasi udara selama Ramadan dan Idulfitri tidak semata bergantung pada mekanisme pasar, tetapi mendapat sokongan kebijakan publik.

Cakupan Diskon Avtur Di Puluhan Bandara Nasional

Pertamina menyebutkan bahwa potongan harga avtur 10 persen akan berlaku pada 14–29 Maret 2026. Program ini diterapkan di 37 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura di seluruh Indonesia. Dengan cakupan tersebut, kebijakan ini menyasar titik-titik utama pergerakan penumpang udara, terutama bandara dengan trafik tinggi saat musim mudik dan arus balik.

Rentang waktu penerapan diskon disesuaikan dengan periode puncak perjalanan masyarakat menjelang dan sesudah Idulfitri. Pada fase ini, frekuensi penerbangan cenderung meningkat seiring bertambahnya permintaan kursi penumpang. Dengan adanya potongan harga avtur, beban biaya bahan bakar maskapai diharapkan dapat ditekan pada momen krusial tersebut.

Menurut Yosef, kebijakan ini berpotensi menjadi agenda rutin tahunan pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri. Ia menegaskan bahwa diskon tidak akan memengaruhi kualitas layanan maupun ketahanan stok avtur nasional. 

"Jadi kegiatan diskon 10 persen ini memang sepertinya akan menjadi kegiatan rutin tahunan pemerintah yang didukung oleh semua BUMN. Dan diskon 10 persen ini tidak mengurangi layanan kita kepada pelanggan, baik dari sisi layanan operasional kita, refueling kita, maupun dari sisi ketahanan stok Avtur secara nasional di seluruh Indonesia," tegasnya.

Dampak Terhadap Operasional Maskapai Dan Harga Tiket

Potongan harga avtur kerap dipandang sebagai salah satu variabel penting dalam struktur biaya maskapai penerbangan. Bahan bakar menjadi komponen utama pengeluaran operasional, sehingga perubahan harga avtur berpotensi memengaruhi strategi tarif. 

Meski demikian, diskon avtur tidak serta-merta menjamin penurunan harga tiket secara langsung, karena tarif penerbangan juga dipengaruhi faktor lain seperti permintaan pasar, kapasitas armada, serta kebijakan masing-masing maskapai.

Namun, dalam konteks lonjakan permintaan pada periode mudik, insentif biaya dari sisi bahan bakar dapat membantu maskapai menjaga stabilitas tarif. Setidaknya, kebijakan ini memberi ruang untuk mengelola biaya tambahan akibat extra flight yang biasanya muncul pada musim ramai. Dengan demikian, potensi tekanan harga bagi penumpang dapat diredam, meskipun besaran dampaknya tetap bergantung pada keputusan bisnis maskapai.

Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi sinyal dukungan pemerintah terhadap industri penerbangan nasional. Maskapai diharapkan dapat merespons insentif tersebut dengan meningkatkan kualitas layanan dan ketersediaan penerbangan, sehingga mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tetap terlayani secara optimal.

Kesiapan Infrastruktur Avtur Dan Layanan Dua Puluh Empat Jam

Selain memberikan diskon avtur, Pertamina memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan untuk mendukung lonjakan penerbangan selama periode RAFI 2026. Yosef menyampaikan bahwa jam operasional layanan avtur akan diperpanjang menjadi dua puluh empat jam di bandara-bandara tertentu. Kebijakan ini disiapkan untuk mengantisipasi extra flight yang kerap muncul pada musim mudik dan arus balik.

“Kita juga telah memperkuat engagement kita dengan stakeholder bandara, khususnya apabila ada perubahan-perubahan jam operasional bandara sampai ke 24 jam. Karena memang masa lebaran ini banyak extra flight yang muncul di beberapa bandara yang kegiatan jam operasionalnya bisa berubah sampai 24 jam,” lanjut Yosef.

Pertamina menyatakan telah menyiapkan sarana dan fasilitas pendukung serta sumber daya manusia agar layanan pengisian bahan bakar tetap andal. Kesiapan ini mencakup aspek operasional refueling hingga ketahanan stok avtur secara nasional. Dengan demikian, meskipun permintaan meningkat signifikan, layanan diharapkan tetap berjalan tanpa gangguan.

Langkah ini memperlihatkan bahwa kebijakan diskon avtur tidak berdiri sendiri, melainkan dibarengi kesiapan operasional di lapangan. Kombinasi insentif harga dan penguatan layanan diharapkan dapat menjaga kelancaran transportasi udara selama Ramadan dan Idulfitri, sekaligus memberi rasa aman bagi maskapai dan penumpang.

Terkini

Geliat Akuisisi Emiten Awal 2026 Dari BABY Sampai PTRO

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:36 WIB

Ekspansi Fore Buka 100 Gerai Kopi Dan Donut 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:30 WIB

Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja - Kutoarjo 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:29 WIB

Jadwal Lengkap KA YIA Xpress Tugu Bandara 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:25 WIB