Microsoft Gandeng PLN Bangun Tenaga Surya 200MW untuk Data Center

Jumat, 06 Februari 2026 | 10:00:49 WIB
Microsoft Gandeng PLN Bangun Tenaga Surya 200MW untuk Data Center

JAKARTA - Microsoft sedang menjajaki kerjasama dengan PLN untuk menyediakan energi surya dengan kapasitas 200 megawatt (MW) guna menyuplai kebutuhan listrik untuk pusat data (data center) mereka di Indonesia. 

Proyek ini menunjukkan komitmen Microsoft terhadap keberlanjutan dan mendukung transformasi energi terbarukan di Indonesia.

Microsoft dan PLN Wujudkan Komitmen pada Energi Terbarukan

Pada kunjungannya ke fasilitas data center Microsoft yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, Noelle Walsh, Presiden Cloud Operations & Innovation Microsoft, menyatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan PLN dalam sebuah kontrak jangka panjang yang bertujuan untuk mendatangkan energi surya ke dalam jaringan listrik Indonesia. 

Menurut Noelle, kesepakatan ini akan berjalan selama sepuluh tahun dan menjadi bagian dari upaya mereka dalam menjamin keberlanjutan operasional Microsoft secara lebih ramah lingkungan.

"Kami sangat senang, saya yakin, dalam waktu dekat kami akan mengumumkan kontrak yang sedang kami kerjakan bersama PLN. Seperti yang telah disebutkan, kami sangat serius dalam hal keberlanjutan, dan ini adalah kontrak berdurasi 10 tahun untuk membawa energi surya ke jaringan listrik di Indonesia," ungkap Noelle.

Proyek energi surya ini tidak hanya bermanfaat bagi Microsoft tetapi juga akan membantu membuat jaringan listrik di Indonesia menjadi lebih ramah lingkungan. Noelle menambahkan bahwa 200 MW energi surya yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk mengoperasikan pusat data mereka yang ada di Indonesia. 

Langkah ini sejalan dengan upaya Microsoft untuk mendukung penggunaan energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta berperan aktif dalam mendukung tujuan keberlanjutan global.

Microsoft Komitmen dengan Energi Nol Karbon pada 2025

Sebagai bagian dari visi keberlanjutan jangka panjang, Microsoft sudah menetapkan tujuan ambisius untuk menjalankan seluruh operasionalnya dengan energi nol karbon pada akhir tahun 2025. 

Hal ini ditegaskan oleh Alistair Speirs, General Manager Azure Infrastructure Microsoft, yang menjelaskan bahwa Microsoft berkomitmen untuk mencapai netralitas karbon tidak hanya di pusat data mereka, tetapi juga di seluruh armada dan infrastruktur yang mereka kelola.

"Kami melakukan semua ini (inovasi data center) dengan komitmen untuk menggunakan energi nol karbon 100 persen di seluruh armada kami pada akhir 2025," kata Alistair. 

"Dan Anda sudah tahu bahwa sekarang adalah tahun 2026, sehingga kami berharap dapat melakukan lebih banyak lagi dalam periode ini, setelah kami menyelesaikan lebih banyak audit dan pemeriksaan terhadap infrastruktur tersebut."

Inisiatif ini sangat relevan dengan visi jangka panjang Microsoft untuk mendukung pengurangan emisi karbon secara global. Alistair juga menyoroti pentingnya inovasi di sektor konstruksi untuk mencapai tujuan ini, dengan mengurangi jejak karbon dari bahan-bahan yang digunakan untuk pembangunan fasilitas data center, termasuk pemanfaatan kayu dan beton yang lebih ramah lingkungan.

Mengurangi Jejak Karbon di Semua Aspek Operasional

Langkah-langkah yang diambil Microsoft tidak hanya terbatas pada sumber energi yang digunakan. Sebagai perusahaan teknologi besar, Microsoft juga memahami pentingnya mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari material bangunan yang digunakan untuk pusat data mereka. 

Inovasi dalam teknik konstruksi, seperti penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, menjadi bagian dari upaya mereka untuk menciptakan fasilitas yang lebih berkelanjutan.

Sebagai contoh, Microsoft tengah mengembangkan prototipe beton baru yang dapat mengurangi jejak karbon dalam pembangunan fasilitas data center. 

Selain itu, mereka juga menggunakan kayu dalam konstruksi untuk membantu menyerap karbon dari atmosfer, yang selaras dengan tujuan mereka untuk mencapai netralitas karbon pada 2030.

Keberlanjutan bukan hanya tentang penggunaan energi terbarukan tetapi juga tentang bagaimana Microsoft mengelola setiap aspek operasionalnya untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. 

Dengan berbagai inovasi ini, Microsoft berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan, sekaligus mendorong industri teknologi untuk ikut serta dalam upaya global mengurangi dampak perubahan iklim.

Komitmen Microsoft Terhadap Air Positif dan Netral Karbon

Microsoft juga memiliki tujuan jangka panjang yang berkaitan dengan pengelolaan air yang lebih baik. Perusahaan ini menargetkan untuk mencapai water positive pada 2030, yang berarti mereka berkomitmen untuk mengembalikan lebih banyak air ke ekosistem daripada yang digunakan dalam operasional mereka. 

Komitmen terhadap air positif ini menunjukkan bahwa Microsoft tidak hanya fokus pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya alam lainnya yang berkelanjutan.

Dengan berbagai inisiatif ini, Microsoft berharap dapat menginspirasi perusahaan teknologi lainnya untuk mengikuti jejak mereka dalam hal keberlanjutan. 

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan semakin banyaknya data yang dihasilkan, kebutuhan akan pusat data yang efisien dan ramah lingkungan akan semakin mendesak.

 Microsoft menjawab tantangan tersebut dengan inovasi yang mencakup penggunaan energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik, serta pengurangan jejak karbon dari seluruh infrastruktur yang mereka kelola.

Fasilitas Data Center Microsoft di Karawang

Fasilitas data center Microsoft di Karawang, yang merupakan salah satu pusat data terbesar di Indonesia, memiliki kapasitas 144 MW saat beroperasi penuh. 

Data center ini juga mencerminkan upaya perusahaan dalam membangun infrastruktur yang dapat mendukung operasi jangka panjang dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan efisiensi energi. 

Selain pusat data di Karawang, Microsoft juga memiliki dua kampus data center lainnya di Indonesia yang juga memiliki kapasitas besar, yakni 144 MW masing-masing.

Langkah-langkah yang diambil Microsoft dalam mengembangkan fasilitas ini menegaskan keseriusan mereka dalam mengurangi dampak lingkungan dari operasional mereka. 

Proyek kolaborasi dengan PLN untuk memasok energi surya 200 MW menjadi contoh konkret dari upaya besar yang dilakukan oleh Microsoft dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan lebih berkelanjutan.

Terkini

Red Rocks Dinobatkan Sebagai Venue Konser Terindah Dunia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:53 WIB

5 Rekomendasi Jenis Susu Paling Sehat Menurut Ahli Gizi

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:51 WIB

7 Makanan Alami Efektif Menahan Rasa Lapar Lebih Lama

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:45 WIB

Salmon Dan Kembung Mana Lebih Unggul Kandungan Nutrisinya

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:30:41 WIB