Permintaan Special Rate Deposito Bank DBS Meningkat di Tengah Tren BI Rate

Permintaan Special Rate Deposito Bank DBS Meningkat di Tengah Tren BI Rate
Natalina Syabana selaku Head of Segmentation & Liabilities Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank DBS Indonesia membenarkan adanya tren kenaikan pengajuan suku bunga khusus (special rate) deposito oleh para nasabah berkantong tebal pasca melonjaknya suku bunga acuan. 

Walau begitu, jumlah deposito yang mendapatkan fasilitas special rate ini diklaim masih cukup minim, yakni di bawah angka 10% dari keseluruhan portofolio deposito yang dimiliki bank.

Natalina Syabana selaku Head of Segmentation & Liabilities Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia memaparkan bahwa lonjakan permohonan special rate ini menjadi imbas langsung dari naiknya suku bunga acuan, sekaligus menjadi taktik perbankan demi mempertahankan daya saing dalam menjaring dana masyarakat.

"Ya, permintaan special rate dari nasabah sudah mulai tinggi di Bank DBS Indonesia, sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan daya saing bank," ujar Natalina, Senin (29/6/2026).

Dia menjabarkan bahwa nominal penempatan dana serta profil dari nasabah itu sendiri menjadi penentu besaran special rate yang bervariasi. Adapun margin bunga khusus tersebut dapat menyentuh angka paling tinggi 85 basis poin (bps) di atas tingkat suku bunga acuan yang tengah berlaku.

Kendati tren pengajuan ini merangkak naik, Natalina memastikan bahwa andil deposito dengan skema special rate tersebut masih terhitung terbatas.

"Saat ini, besaran deposito yang diberikan tingkat bunga spesial kurang dari 10% dari total portofolio deposito, di mana sebagian besar deposan merupakan nasabah segmen prioritas bank," katanya.

Pada kesempatan yang sama, DBS Indonesia pun sudah mengambil langkah penyesuaian suku bunga deposito mereka secara gradual demi mengekor pergerakan suku bunga acuan. Kebijakan ini diambil demi memelihara posisi tawar perseroan dalam memupuk dana pihak ketiga (DPK).

"Suku bunga deposito sudah mengalami kenaikan, sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan dan juga untuk menjaga daya saing," imbuhnya.

Untuk waktu ke depan, Natalina memproyeksikan bahwa kalkulasi ulang bunga deposito bakal terus bergulir searah dengan koridor kebijakan suku bunga Bank Indonesia. 

Namun, manajemen dipastikan akan tetap memprioritaskan titik keseimbangan antara daya saing produk simpanan dengan aspek profitabilitas serta tingkat kesehatan keuangan internal bank.

"Bank akan terus menyesuaikan suku bunga secara berkala sejalan dengan perubahan suku bunga acuan. Hal ini merupakan salah satu strategi bank untuk tetap dapat memberikan produk dan layanan bagi nasabah, namun tetap mempertimbangkan profitabilitas dan tingkat kesehatan bank," tutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index