Operasi Katarak Gratis di Papua Barat Daya Targetkan 110 Pasien

Operasi Katarak Gratis di Papua Barat Daya Targetkan 110 Pasien
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyediakan layanan operasi katarak secara gratis kepada warga guna memperluas keterjangkauan fasilitas kesehatan sekaligus memulihkan kemampuan penglihatan masyarakat yang terganggu.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu saat berada di Aimas, Kabupaten Sorong, Senin, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi wujud kepedulian dari pihak pemerintah demi meringankan beban warga yang mengalami kendala biaya untuk memperoleh tindakan operasi katarak.

"Ini bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat yang tidak mampu membiayai operasi katarak. Kami juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa katarak bisa ditangani dan dipulihkan melalui tindakan operasi," katanya.

Ia memiliki harapan besar agar seluruh pasien yang sudah ditangani dapat beraktivitas kembali seperti biasa, menjadi lebih produktif, serta mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan di lingkup keluarga mereka.

"Kami berharap setelah operasi mereka kembali percaya diri dan produktivitasnya meningkat. Bagi pasien yang membutuhkan operasi pada kedua mata, pemerintah juga akan mengupayakan penanganan lanjutan agar penglihatannya kembali normal," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Papua Barat Daya Jan Pieter E.A. Kambu menyatakan bahwa agenda operasi katarak cuma-cuma ini termasuk dalam kewajiban otoritas daerah untuk menghadirkan pelayanan medis bagi publik.

Ia memaparkan bahwa masyarakat yang mendaftarkan diri pada program operasi katarak ini menyentuh angka di atas 110 orang. Sampai dengan Senin siang, tercatat 29 pasien sudah ditangani lewat tindakan operasi, sedangkan proses pelayanan masih terus digulirkan sampai tanggal 1 Juli 2026.

"Operasi masih berjalan hari ini, besok, hingga 1 Juli. Setelah itu pasien akan menjalani observasi untuk memastikan kondisi pasca-operasi," katanya.

Menurut dia, agenda sosial tersebut disokong oleh kehadiran 10 dokter spesialis mata, yang mana tujuh orang dokter didatangkan dari Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung serta tiga orang dokter spesialis mata asal internal Papua Barat Daya.

Jan Pieter memberikan imbauan kepada warga yang merasakan indikasi katarak agar tak perlu takut melakukan pemeriksaan di pusat kesehatan terdekat supaya mendapatkan tindakan medis yang lebih cepat.

Ia menguraikan bahwa gangguan katarak pada umumnya dipicu oleh faktor pertambahan usia, namun hal itu juga bisa dipicu oleh riwayat gangguan kesehatan tertentu, layaknya penyakit diabetes atau akibat dari minimnya pemenuhan nutrisi yang memadai.

"Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mata dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan penglihatan, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," ujarnya.

Pelaksanaan operasi katarak tersebut dipusatkan di RSUD John Piet Wanane Kabupaten Sorong dan dijadwalkan terus bergulir hingga tanggal 1 Juli 2026.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index