Hermanto Tanoko Borong Saham CLEO Senilai Rp19,6 Miliar

Hermanto Tanoko Borong Saham CLEO Senilai Rp19,6 Miliar
Komisaris Utama PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), Hermanto Tanoko. (Foto: NET)

JAKARTA — Komisaris Utama PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), Hermanto Tanoko dilaporkan telah membeli sebanyak 51,70 juta lembar saham CLEO dengan nilai total transaksi menyentuh angka Rp19,64 miliar.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, Hermanto Tanoko yang telah mengemban jabatan sebagai Komisaris Utama Cleo sejak tahun 2009 tersebut, melakukan pembelian saham biasa perseroan lewat satu kali transaksi pada tanggal 24 Juni 2026.

“Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk investasi dengan kepemilikan secara langsung,” tulis Hermanto dalam keterbukaan informasi, Jumat (26/6/2026).

Secara lebih rinci, Hermanto membeli 51.700.000 lembar saham CLEO pada tingkat harga Rp380 per lembar. Lewat transaksi ini, total nilai investasi Hermanto mencapai Rp19,64 miliar.

Melalui aksi korporasi tersebut, Hermanto sekarang mendekap 243,71 juta lembar saham CLEO, yang setara dengan 1,01% dari keseluruhan persentase hak suara. Jumlah kepemilikan ini meningkat dari porsi sebelum terjadinya transaksi yang berada di angka 192,01 juta lembar atau setara 0,80% hak suara.

Di lantai Bursa, pergerakan saham CLEO terpantau mengalami pelemahan sebesar 1,58% atau merosot 6 poin ke posisi Rp374 per lembar pada perdagangan hari ini, Jumat (26/6) sampai pukul 15.27 WIB. Di sepanjang tahun berjalan 2026, saham CLEO tercatat sudah terkoreksi sebesar 19,74%.

Sebelumnya, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) merasa optimis dapat mempertahankan tren pertumbuhan dua digit di tahun 2026 berkat dukungan dari ekspansi pabrik baru.

Direktur Utama CLEO Melisa Patricia mengungkapkan bahwa perseroan tetap memiliki keyakinan penuh untuk mengamankan pertumbuhan pendapatan sekaligus laba bersih dua digit di sepanjang tahun 2026.

"Dapat kami sampaikan bahwa kami tetap optimistis pada 2026 pertumbuhan kinerja double digit," ujarnya dalam Public Expose daring, Senin (21/6/2026).

Melisa memaparkan bahwa lewat beroperasinya tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru, diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi sekaligus menekan ongkos distribusi yang terus merangkak naik.

Bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi saja, emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini juga tengah memperlebar jaringan distribusinya secara masif. Manajemen perseroan mematok target agar jumlah cabang distribusi dapat mencapai minimal 500 cabang pada akhir tahun 2026.

Direktur Keuangan CLEO Lukas Setio Wongso turut mengimbuhkan bahwa perseroan telah menyiapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp700 miliar di sepanjang tahun 2026. Sampai pada kuartal I/2026, penyerapan capex dilaporkan sudah menyentuh kisaran 25% dari keseluruhan total anggaran.

"Penyerapan capex masih berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Anggaran ini terutama digunakan untuk mendukung ekspansi pabrik dan distribusi," kata Lukas.

Sepanjang kuartal I/2026, perseroan berhasil membukukan angka penjualan hingga Rp774 billion atau melonjak sebesar 16% jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga ikut merangkak naik 5% sejalan dengan naiknya volume penjualan serta efisiensi pada aspek operasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index