Bandara Jadi Etalase IP Lokal, Kemenekraf dan Menko IPK Bersinergi

Bandara Jadi Etalase IP Lokal, Kemenekraf dan Menko IPK Bersinergi
Teuku Riefky Harsya selaku Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf). (Foto: NET)

JAKARTA - Ekosistem kebandarudaraan dipandang oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) sebagai area yang strategis dalam memperluas jangkauan promosi intellectual property (IP) lokal beserta produk ekonomi kreatif tanah air, sehingga fungsi dan peranannya harus dimaksimalkan.

Guna mewujudkan hal tersebut, Teuku Riefky Harsya selaku Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) menggelar diskusi mengenai optimalisasi peran bandara demi menyokong pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa bandara tidak hanya berfungsi sebagai titik temu transportasi semata, melainkan juga menjadi pintu gerbang utama yang memperkenalkan jati diri, daya cipta, serta produk-produk unggulan Nusantara ke ranah internasional.

“Karena itu, bandara harus menjadi etalase yang menampilkan kekayaan intellectual property (IP), produk kreatif, dan talenta lokal Indonesia kepada dunia,” kata Menteri Ekraf lewat pernyataan resmi yang diperoleh pada Jumat (26/6/2026).

Melakukan kurasi sekaligus memperluas aktivasi serta pendayagunaan IP lokal di sejumlah bandara utama tanah air menjadi salah satu fokus prioritas Kementerian Ekraf saat ini.

Langkah ini direalisasikan lewat sinergi antarsektor, yang mencakup pemberian lisensi karakter pada merchandise, pembuatan produk kreatif bersama pelaku UMKM, hingga penataan karya-karya kreatif pada area fasilitas publik di lingkungan bandara.

Di samping itu, Kementerian Ekraf turut memacu pelaksanaan berbagai aktivasi kreatif guna memperkaya pengalaman para penumpang, seperti pameran seni, galeri foto, pentas musik, instalasi seni, bazar, sampai pelaksanaan ajang internasional yang dipadukan dengan promosi ekonomi kreatif wilayah setempat.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan melalui sentuhan ekonomi kreatif. Kehadiran karya kreatif dan event di bandara dapat memperkuat citra Indonesia, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif,” tutur Menteri Ekraf.

Aktivitas pengembangan ekonomi kreatif di area bandara ini juga ditempuh lewat kemitraan strategis bersama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). 

Sinergi ini meliputi pemanfaatan fasilitas sarana dan prasarana milik InJourney sebagai wadah pemasaran produk kreatif, saling berbagi data serta tren IP, hingga penyediaan fasilitas penunjang untuk menyukseskan program-program Kementerian Ekraf.

Salah satu bentuk penerapannya yaitu penyediaan Game Station di Bandara Soekarno-Hatta yang menyajikan permainan digital buatan developer tanah air sebagai media promosi talenta gim domestik sekaligus menyuguhkan hiburan interaktif bagi para penumpang.

Kementerian Ekraf merasa optimis bahwa lewat optimalisasi IP lokal, pelaksanaan kegiatan kreatif, serta sinergi antarsektor, industri ekonomi kreatif mampu menyumbang nilai tambah yang jauh lebih signifikan bagi perekonomian nasional maupun daerah.

Menko AHY menambahkan bahwa pembentukan regulasi serta kemitraan lintas sektor mampu memperkokoh tata kelola ekosistem kebandarudaraan sekaligus mendongkrak daya saing, mengingat tingkat competitiveness menjadi tolok ukur atas capaian prestasi dan mutu pelayanan sebuah bandara.

Ke depannya, Kementerian Ekraf berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi bersama kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), serta para pelaku industri kreatif demi mengalihfungsikan bandara sebagai wadah pertumbuhan ekonomi kreatif yang bersifat berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index