MBTO Targetkan Penjualan Rp 501,82 Miliar di 2026, Ini Strateginya

MBTO Targetkan Penjualan Rp 501,82 Miliar di 2026, Ini Strateginya
Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Emil. (Foto: NET)

JAKARTA - Emiten kosmetik dan kecantikan PT Martina Berto Tbk (MBTO) tengah berupaya memoles kinerja keuangan tahun ini melalui sejumlah langkah prioritas.

Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Emil mengungkapkan bahwa bisnis anak usaha Martha Tilaar Group ini akan diarahkan pada pertumbuhan yang terkendali pada 2026. Untuk mencapai hal tersebut, Martina Berto membidik target pertumbuhan penjualan sebesar 24,98% tahun ini menjadi Rp 501,82 miliar. 

Sementara itu, EBITDA ditargetkan mencapai Rp 61 miliar, naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp 12,1 miar. MBTO juga optimistis dapat membalikkan kondisi rugi bersih menjadi laba setelah pajak sebesar Rp 24,8 miliar pada tahun ini.

Demi memuluskan jalan dalam meraih target itu, Martina Berto fokus menerapkan eksekusi yang disiplin, efisiensi operasional, inovasi, serta pengendalian risiko. Salah satu bentuk nyata dari langkah tersebut, menurut Bryan, adalah penguatan transformasi penjualan digital.

"Kami akan memperkuat e-commerce dan live streaming sebagai kanal utama penjualan daring," jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Kamis (25/6/2026).

Menilik dari sisi segmentasi pasar, Martina Berto juga memperdalam penetrasi ke segmen Generasi Z (Gen Z). Salah satu taktik yang dijalankan adalah memperluas aktivitas pemasaran di lingkungan kampus. 

Bryan menuturkan, sepanjang 2025 MBTO telah mengunjungi sekitar 10 hingga 15 kampus guna memperkenalkan produk sekaligus mendongkrak kesadaran merek di kalangan mahasiswa. Pada tahun ini, perusahaan menargetkan jangkauan ke sekitar 20 kampus lewat kolaborasi dengan berbagai universitas dan akademi.

"Kami agresif melakukan marketing dan sales di kampus-kampus untuk menyasar pasar Gen Z. Untuk itu kami menjalin kerja sama dengan banyak universitas dan akademi," ujar Bryan.

Ia mengimbuhkan, penetrasi pasar ekspor pun menjadi prioritas strategis MBTO pada tahun ini, khususnya ke kawasan Asia Tenggara. Martina Berto berharap mampu memperluas jangkauan pasarnya di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Di samping itu, guna mengoptimalkan kapasitas produksi, perusahaan bakal melakukan peremajaan bangunan dan perbaikan peralatan kerja. MBTO juga mengucurkan dana untuk menggenjot sektor pemasaran. Berbagai kebutuhan tersebut membuat MBTO mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 14,31 miliar pada tahun ini.

Menilik laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, MBTO membukukan penjualan neto senilai Rp 113,06 miliar, atau tumbuh sebesar 23,91% year on year (yoy) dari posisi Rp 91,24 miar pada kuartal I-2025. 

Dari sisi bottom line, MBTO sukses membalikkan kinerja dengan meraih laba bersih sebesar Rp 14,93 miar pada kuartal I-2026, berbanding terbalik dari rugi bersih Rp 967,43 juta pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index