Pemulangan Haji Gelombang I Selesai, Fokus Bergeser ke Madinah

Pemulangan Haji Gelombang I Selesai, Fokus Bergeser ke Madinah
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaf. (Foto: NET)

JAKARTA – Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaf melaporkan bahwa sampai hari Senin (15/6), total 245 kelompok terbang (kloter) sudah diterbangkan dari Arab Saudi menuju Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Secara keseluruhan, jumlah orang yang sudah diterbangkan ke Indonesia mencapai 96.155 orang, yang melingkupi 95.178 peserta haji beserta 977 petugas.

"Sampai hari ini, proses pemulangan jamaah haji Indonesia berjalan sesuai rencana. Seluruh layanan terus dioptimalkan agar jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan nyaman," ujar Maria di Makkah, Senin (15/6/2026).

Dari total tersebut, tercatat 233 kloter sudah mendarat di Indonesia dengan membawa 90.709 peserta haji dan 929 petugas, atau secara keseluruhan berjumlah 91.638 orang. Di sisi lain, perpindahan jamaah Gelombang II dari kota Makkah menuju Madinah masih terus berjalan.

Sampai hari ini, sebanyak 139 kloter yang melingkupi 53.338 peserta haji beserta 556 petugas telah diberangkatkan menuju Kota Nabi, dengan jumlah total mencapai 53.894 orang. 

Sementara itu, untuk kelompok haji khusus yang sudah kembali ke Indonesia sampai saat ini berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 peserta haji dan 736 petugas.

Maria memaparkan, tahapan pemulangan saat ini tengah memasuki fase krusial. Hari ini menjadi momen terakhir untuk proses mobilisasi jamaah gelombang I dari pemukiman hotel di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. 

Penerbangan penutup untuk jamaah gelombang I ke Indonesia diproyeksikan berlangsung pada Selasa dini hari (16/6) pukul 01.45 waktu Arab Saudi.

"Mulai besok, operasional pemulangan akan sepenuhnya berfokus pada jamaah gelombang II yang telah berada di Madinah. Kepulangan mereka akan dilayani melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menuju berbagai embarkasi di Indonesia," ujar Maria.

Pihak Kemenhaj memberikan imbauan kepada segenap jamaah yang posisinya masih berada di Arab Saudi agar senantiasa menjaga imunitas dan kondisi fisik menjelang jadwal kepulangan. 

Jamaah diharapkan bisa memastikan waktu istirahat terpenuhi, mengonsumsi makanan yang bernutrisi, meningkatkan asupan air putih, dan meminimalisir kegiatan yang memicu keletihan.

Bukan hanya itu, Maria turut mengajak segenap jamaah untuk senantiasa memelihara rasa kepedulian serta saling menolong, khususnya kepada jamaah yang sudah lansia, jamaah dengan kebutuhan khusus, ataupun mereka yang memerlukan bantuan selama proses kepulangan berjalan.

"Nilai kebersamaan, gotong royong, dan ukhuwah yang telah tumbuh selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya tetap dijaga hingga kembali ke tanah air. Kepedulian kepada sesama adalah bagian penting dari kemabruran haji," kata Maria.

Kemenhaj juga tidak bosan-bosan mengingatkan para jamaah agar tidak menaruh air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper jinjing kabin. Air zamzam tersebut nantinya akan dibagikan kepada jamaah setibanya di Indonesia lewat sistem yang sudah diatur.

"Kepatuhan terhadap ketentuan ini sangat membantu kelancaran pemeriksaan keamanan penerbangan, mempercepat proses penanganan bagasi, serta menghindari keterlambatan dalam proses keberangkatan," ujar Maria.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa perjalanan ibadah haji tidak selesai begitu saja saat jamaah melangkah keluar dari Tanah Suci. Esensi dari kemabruran harus senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari lewat perangai yang terpuji, kepedulian sosial, ikatan persaudaraan, serta andil nyata bagi khalayak luas.

"Melalui semangat Sukses Peradaban dan Keadaban, kami berharap nilai-nilai haji dapat terus hidup dalam keseharian para jamaah, menghadirkan manfaat yang luas bagi sesama, memperkuat persatuan, serta menebarkan kebaikan di tengah masyarakat," kata Maria.

Kemenhaj menaruh harapan besar agar semua rangkaian kegiatan operasional haji 1447 H/2026 M ini berjalan tanpa hambatan sampai kloter paling terakhir, sehingga seluruh jamaah bisa kembali ke Tanah Air dengan kondisi yang sehat, selamat, dan beroleh predikat haji mabrur serta membawa berkah bagi seluruh bangsa Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index