JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan China semakin mengukuhkan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat program pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan alumni Program Kerja Sama Teknis Indonesia-China di Jakarta, Kamis malam (11/6).
"Alumni bukan hanya penerima manfaat program. Mereka adalah jembatan penting yang menghubungkan masyarakat Indonesia dan China," kata Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Komunikasi Politik dan Hubungan Masyarakat Sari Harjanti saat mewakili Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sari menuturkan bahwa kemitraan strategis Indonesia-China terus meluas dan terealisasi dalam beragam langkah nyata, mulai dari sektor perdagangan, investasi, infrastruktur, hingga pendidikan dan pengembangan SDM.
Antusiasme aparatur serta masyarakat Indonesia terhadap program pengembangan kapasitas berskala internasional ini pun menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.
Data menunjukkan, sebanyak lebih dari 600 peserta dari Indonesia terlibat dalam pelatihan internasional pada 2023. Angka tersebut melesat menjadi sekitar 1.600 peserta sepanjang periode 2025–2026, yang mayoritas di antaranya merupakan program dari pemerintah China.
Tercatat sejak tahun 2024 hingga Mei 2026, pemerintah China telah membuka sedikitnya 173 program pelatihan bagi pejabat Indonesia, mencakup 38 program gelar serta 135 program non-gelar pada berbagai bidang strategis.
Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyebutkan bahwa inisiatif peningkatan kapasitas ini menjadi elemen vital dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Wang mencatat, selama lebih dari 20 tahun terakhir, lebih dari 4.000 warga Indonesia dengan latar belakang beragam, mulai dari aparatur sipil negara, pendidik, hingga kepala desa, telah berpartisipasi dalam kunjungan dan pelatihan di China.
Ia menegaskan, China berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi pelatihan, pertukaran ilmu, serta berbagai proyek yang membawa dampak positif bagi kesejahteraan penduduk kedua negara.
Dalam rangkaian acara tersebut, para alumni turut berbagi pengalaman mengenai pelatihan yang mereka ikuti, seperti bidang energi bersih, tata kelola kawasan industri, pembangunan perdesaan, pengentasan kemiskinan, hingga transformasi digital.
Peserta menilai bahwa program ini tidak sekadar mengasah wawasan profesional, tetapi juga memperluas jaringan koneksi yang dapat dioptimalkan untuk memajukan pembangunan di Indonesia.
Pertemuan alumni yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar China di Indonesia tersebut dihadiri oleh ratusan peserta, jajaran pejabat pemerintah, serta mitra strategis sebagai bagian dari perayaan 76 tahun hubungan persahabatan Indonesia-China.