JAKARTA — PT Jaya Real Property Tbk. (JRPT) menyetujui distribusi dividen tahun buku 2025 sejumlah Rp400,23 miliar. Angka tersebut merepresentasikan 30% dari laba bersih perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp1,3 triliun.
Corporate Secretary JRPT, Audi Lazaro, menjelaskan bahwa data keuangan yang menjadi landasan pembagian dividen terdiri dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp1,3 triliun pada 2025, saldo laba ditahan tanpa batasan penggunaan sebesar Rp10,15 triliun, serta total ekuitas per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp11,03 triliun.
"Berdasarkan RUPST, perseroan menyampaikan rencana pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2025 senilai Rp400 miliar atau Rp31 per sagam," ujarnya dalam keterangan RUPST dikutip, Jumat (12/6/2026).
Mengenai jadwal, tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 12 Juni 2026, diikuti ex dividen pada 15 Juni.
Sementara itu, cum dividen untuk pasar tunai serta daftar pemegang saham (DPS) yang berhak menerima dividen tunai jatuh pada 17 Juni, dan ex dividen pasar tunai pada 18 Juni 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026.
Selain membagikan dividen, Jaya Property berencana melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai total Rp100 miliar. Aksi korporasi ini bakal dijalankan selama 12 bulan ke depan setelah mendapat persetujuan RUPS, menggunakan dana kas internal perseroan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan performa keuangan, khususnya rasio laba per saham (EPS), rasio terhadap aset (ROA), serta rasio terhadap ekuitas (ROE).
Di sisi lain, Wakil Direktur Utama JRPT, Henky Wijaya, menyoroti insentif PPN DTP 100% yang tetap menjadi daya tarik utama sektor properti. Perseroan merespons momentum tersebut dengan meluncurkan hunian terbaru,
Cluster Bria, di Bintaro Jaya dengan harga mulai Rp2,9 miliar. Menurutnya, insentif PPN DTP menjadi faktor penting yang dapat membantu masyarakat mengurangi biaya pembelian rumah.
Di tengah tren suku bunga yang masih menjadi perhatian pasar, kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli dan mempercepat keputusan pembelian rumah.
Proyek residensial yang rilis pada Mei 2026 ini mengusung arsitektur American Classic. Selain itu, pengembang Bintaro Jaya sedang menggarap kawasan hunian baru seluas 18 hektare bernama Discovery Riviera, dengan target operasional Clubhouse pada akhir 2026.
Untuk memperkuat daya tarik kawasan, Bintaro Jaya terus berfokus pada pengembangan infrastruktur dan fasilitas penunjang.
"Saat ini kami telah memasuki usia ke-47 tahun, kawasan yang dikembangkan tersebut telah tumbuh menjadi kota mandiri dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga olahraga yang lengkap," ujarnya.
Secara finansial, entitas anak PT Pembangunan Jaya ini mencatatkan pendapatan kuartal I/2026 sebesar Rp733,72 miliar, tumbuh 14,35% dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang sebesar Rp641,62 miliar.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk meningkat 16,8% dari Rp244,09 miliar pada kuartal I/2024 menjadi Rp285,34 miliar pada kuartal I/2026.