Kondisi Makro Belum Kondusif, PYFA Tunda Aksi Rights Issue

Kondisi Makro Belum Kondusif, PYFA Tunda Aksi Rights Issue
PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA). (Foto: NET)

JAKARTA — Emiten di sektor farmasi, PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA), mengambil langkah untuk menangguhkan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue, yang sebelumnya ditargetkan selesai pada kuartal III/2026.

Corporate Secretary PYFA, Herdiasti Anggitya Dwisani, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah perseroan menilai bahwa kondisi pasar modal serta situasi makroekonomi saat ini belum mendukung untuk kelancaran aksi korporasi tersebut.

"Perseroan menunda pelaksanaan rencana PMHMETD II. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang dinilai belum kondusif untuk mendukung pelaksanaan PMHMETD II," ujar Herdiasti dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/6/2026).

Herdiasti menambahkan, pihak perseroan akan terus melakukan pemantauan terhadap dinamika pasar dan akan meninjau kembali pelaksanaan rights issue saat situasi pasar dianggap sudah lebih stabil. 

Kendati demikian, PYFA menegaskan bahwa penundaan ini tidak memberikan dampak material baik terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

"Penundaan PMHMETD II tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," pungkas Herdiasti.

Sebelumnya, rencana rights issue ini telah disetujui pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 April 2026. 

Sesuai rencana awal, perseroan berniat menerbitkan maksimal 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, ditambah dengan penerbitan waran maksimal 35% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Direktur PYFA, Sinta L. Ningsih, sempat menyampaikan bahwa dana hasil aksi ini ditujukan untuk memperkuat permodalan serta mendukung akuisisi demi percepatan pengembangan usaha.

“Dengan persetujuan yang kami dapatkan, kami akan berfokus untuk melengkapi ekosistem kami. Sebagai perusahaan farmasi, memberikan produk dan layanan kesehatan terbaik dengan teknologi mutakhir bagi masyarakat adalah bentuk tanggung jawab kami,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).

Strategi ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam membangun ekosistem layanan kesehatan terintegrasi melalui pertumbuhan organik dan anorganik. 

Awalnya, PYFA menargetkan pernyataan efektif dari OJK keluar akhir Juni 2026, dengan pelaksanaan HMETD pada Juli 2026 agar rampung pada kuartal III/2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index