Amdatara

Amdatara Ingatkan Potensi Gangguan Distribusi AMDK Menjelang Lebaran

Amdatara Ingatkan Potensi Gangguan Distribusi AMDK Menjelang Lebaran
Amdatara Ingatkan Potensi Gangguan Distribusi AMDK Menjelang Lebaran

JAKARTA - Industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia tengah mengantisipasi kemungkinan gangguan dalam distribusi produk menjelang Lebaran 2026. 

Beberapa kebijakan terkait transportasi, seperti pembatasan operasional angkutan barang dan implementasi kebijakan Zero ODOL, diperkirakan dapat memengaruhi kelancaran pasokan produk esensial ini.

Pembatasan Operasional Angkutan Barang Selama Lebaran

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan kebijakan pembatasan operasional angkutan barang yang berlaku antara 13 hingga 29 Maret 2026. 

Kebijakan ini bertujuan untuk memperlancar arus mudik dan balik Lebaran, dengan mengatur pembatasan pada jalan tol dan arteri, khususnya untuk truk sumbu tiga ke atas serta angkutan yang membawa hasil galian dan tambang. 

Pembatasan ini akan membatasi ruang gerak kendaraan angkutan barang dan tentu memengaruhi sektor distribusi.

Pengaruh Kebijakan Zero ODOL pada Distribusi AMDK

Pada saat yang bersamaan, Indonesia sedang dalam tahap uji coba kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) yang berlangsung sejak 27 Januari hingga 31 Mei 2026. 

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi truk yang melebihi dimensi dan kapasitas muatan yang diperbolehkan, sehingga dapat meningkatkan keselamatan jalan raya dan mengurangi kerusakan infrastruktur.

Namun, Ketua Umum Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Karyanto Wibowo memperingatkan bahwa kombinasi antara pembatasan operasional angkutan barang dan penyesuaian kapasitas muatan ini berisiko mengganggu kelancaran distribusi. 

Menjelang Lebaran, permintaan AMDK selalu meningkat, dan pembatasan yang berlaku dapat menyebabkan tekanan pada jadwal pengiriman, bahkan berisiko menunda pasokan di beberapa wilayah.

AMDK: Komoditas Esensial yang Perlu Perhatian Khusus

Karyanto Wibowo menekankan pentingnya produk AMDK sebagai barang esensial yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Kelancaran distribusinya menjadi hal yang sangat vital, terutama pada saat permintaan meningkat tajam menjelang Lebaran. 

Amdatara menyarankan agar perhatian khusus diberikan pada distribusi AMDK, karena jika distribusi terganggu, hal ini dapat menyebabkan kelangkaan produk di pasaran dan mengganggu kebutuhan masyarakat yang mengandalkan AMDK.

"Mengingat bahwa AMDK adalah kebutuhan pokok, kelancaran distribusinya perlu dijaga dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan gangguan di tingkat konsumen," ujar Karyanto. 

Untuk itu, dia meminta agar kebijakan yang diterapkan terkait distribusi AMDK harus dipertimbangkan secara matang agar tidak merugikan masyarakat.

Kebijakan Zero ODOL Diharapkan Bertahap dan Terukur

Kebijakan Zero ODOL diakui akan membawa dampak pada berbagai sektor, terutama logistik dan distribusi barang. Oleh karena itu, Amdatara mendorong agar kebijakan tersebut diimplementasikan secara bertahap dan terukur, terlebih untuk komoditas esensial seperti AMDK. 

Dengan masa transisi yang jelas, industri dapat menyesuaikan armada, pola distribusi, dan merencanakan biaya tanpa menimbulkan gangguan besar.

“Masa transisi yang jelas akan memberi ruang bagi industri untuk menyesuaikan armada, pola distribusi, dan perencanaan biaya tanpa menimbulkan gangguan pasokan di masyarakat,” jelas Karyanto. 

Dengan demikian, diharapkan kebijakan ini dapat dijalankan dengan efektif tanpa memengaruhi kelancaran distribusi produk esensial.

Pentingnya Infrastruktur Jalan untuk Mendukung Distribusi

Selain itu, Amdatara juga menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan, terutama di koridor distribusi utama yang dilalui oleh kendaraan angkutan barang. 

Peningkatan kualitas dan kelas jalan sangat diperlukan agar dapat mendukung jenis kendaraan angkutan yang sesuai dengan ketentuan dalam kebijakan Zero ODOL.

Peningkatan infrastruktur jalan ini tidak hanya mendukung kelancaran distribusi barang, tetapi juga memastikan keselamatan dan perlindungan bagi kendaraan angkutan barang yang memenuhi standar. 

Sebab, jalan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dapat menyebabkan keterlambatan atau bahkan kerusakan barang yang diangkut.

Harapan Amdatara untuk Kebijakan Transportasi yang Mendukung Kelancaran Logistik

Kebijakan pembatasan operasional angkutan barang dan penerapan Zero ODOL merupakan langkah positif untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan di jalan raya. 

Namun, Amdatara berharap agar kebijakan ini dapat diterapkan secara cermat dan terukur, terutama untuk komoditas-komoditas esensial yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Dengan adanya kebijakan yang tepat dan koordinasi yang baik antara pihak terkait, distribusi AMDK dapat berjalan lancar, dan masyarakat tidak akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan mereka, terutama menjelang Lebaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index