JAKARTA - Tidur memiliki banyak manfaat penting bagi tubuh, terutama untuk kesehatan kulit. Namun, selain jumlah tidur yang cukup, posisi tidur juga menjadi faktor yang tak kalah penting untuk diperhatikan.
Posisi tidur yang salah dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit wajah, seperti kerut, garis halus, hingga pembengkakan di area mata.
Mungkin selama ini kamu merasa sudah cukup tidur, namun wajah justru tampak lebih tua, penuh kerut dan garis-garis halus. Ketika itu terjadi, biasanya kamu akan merasa bingung, "Mengapa ini terjadi padahal tidur saya cukup?" Tanpa disadari, kebiasaan tidur dengan posisi yang salah dapat memperburuk kondisi kulit.
Posisi Tidur yang Dapat Membuat Kulit Menjadi Tua
Tidur dengan posisi yang sembarangan atau tidak tepat dapat mempengaruhi penampilan kulit. Meskipun posisi tidur sering kali berubah-ubah tanpa kita sadari, sebenarnya ada tiga posisi tidur utama yang biasanya kita pilih, yaitu tidur miring, tidur tengkurap, dan tidur terlentang.
Dari ketiganya, ada dua posisi yang sangat tidak dianjurkan jika tujuanmu adalah menjaga kulit tetap kencang dan sehat.
Posisi Tidur Miring: Penyebab Kerutan pada Sisi Wajah
Tidur miring adalah posisi tidur yang sering dipilih banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan atau sinus. Meski nyaman, posisi tidur ini ternyata memberikan dampak negatif untuk kulit wajah.
Tidur miring menyebabkan kulit pada sisi wajah yang tertekan mengalami gesekan dengan bantal, yang memicu pembentukan kerutan.
Menurut Konstantin Vasyukevich, seorang ahli bedah kosmetik, gaya geser yang terjadi akibat gesekan kulit dengan bantal adalah faktor besar yang berkontribusi pada penuaan kulit saat tidur. Meskipun posisi ini memberikan kenyamanan, tetap perlu diingat bahwa gesekan terus menerus pada kulit bisa memperburuk kondisi kerutan.
Namun, jika kamu sudah terlanjur nyaman tidur miring, kamu bisa mengurangi dampak buruknya dengan menggunakan sarung bantal yang terbuat dari bahan satin atau sutera. Bahan-bahan tersebut lebih halus dan minim gesekan, yang dapat membantu mengurangi potensi pembentukan kerutan pada kulit wajah.
Posisi Tidur Tengkurap: Risiko Pembentukan Kerutan dan Jerawat
Tidur tengkurap adalah posisi tidur lainnya yang sebaiknya dihindari. Pada posisi ini, wajah tertekan langsung ke bantal selama berjam-jam. Tekanan tersebut dapat memicu pembengkakan pada kulit, serta membuat garis-garis kerutan semakin terlihat, terutama di sekitar mata dan bibir.
Selain itu, tidur tengkurap juga berisiko meningkatkan potensi jerawat pada kulit. Sarung bantal yang tidak sering diganti dapat menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan bakteri yang dapat menyebar ke kulit wajah saat tidur.
Sebagai efek samping, garis kerutan di area dahi dan lipatan wajah dapat menjadi lebih dalam seiring waktu. Bukan hanya kerutan yang muncul, kulit juga bisa terlihat lebih lelah dan kusam karena pembengkakan yang terjadi akibat tekanan berlebih saat tidur tengkurap.
Posisi Tidur Terlentang: Solusi Terbaik untuk Wajah Awet Muda
Demi mendapatkan kulit wajah yang tetap awet muda dan terhindar dari kerutan, posisi tidur terlentang adalah pilihan terbaik. Posisi tidur ini mencegah terjadinya tekanan pada wajah karena tidak ada bagian wajah yang bersentuhan langsung dengan bantal.
Tidur terlentang juga membantu kulit wajah untuk tetap rata dan bebas dari lipatan yang dapat menyebabkan kerutan. Dengan posisi tidur ini, wajah tetap dalam kondisi rileks tanpa adanya gesekan yang bisa mempercepat tanda-tanda penuaan.
Selain itu, tidur terlentang dapat mencegah penumpukan cairan di area mata yang seringkali menyebabkan mata bengkak di pagi hari. Dengan kepala sedikit terangkat sekitar 20 hingga 30 derajat, kamu dapat menghindari efek buruk dari posisi tidur yang salah.
Dr. Vasyukevich, seorang ahli bedah plastik, bahkan merekomendasikan posisi tidur terlentang dengan sedikit elevasi kepala untuk mengurangi risiko pembengkakan pada wajah.
Tips Lain untuk Menjaga Kesehatan Kulit saat Tidur
Selain memilih posisi tidur yang tepat, ada beberapa hal lain yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit saat tidur. Salah satunya adalah memastikan kamu tidur dengan cukup waktu setiap malam, setidaknya 7-8 jam.
Tidur yang cukup memungkinkan kulit untuk melakukan regenerasi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat paparan sinar matahari atau polusi.
Selain itu, pastikan untuk mengganti sarung bantal secara rutin. Sarung bantal yang kotor dapat menyimpan kuman dan debu yang berisiko menempel pada kulit wajah saat tidur. Memilih bahan sarung bantal yang lembut, seperti satin atau sutera, juga sangat disarankan untuk mengurangi gesekan dan melindungi kulit wajah dari kerutan.