Juara Wimbledon 2026, Jannik Sinner Ukir 100 Kemenangan Grand Slam

Senin, 13 Juli 2026 | 19:51:31 WIB
Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner. (Foto: NET)

JAKARTA - Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner mengukir catatan emas dalam karier profesionalnya setelah mengamankan kemenangan ke-100 di ajang Grand Slam bersamaan dengan keberhasilannya mempertahankan trofi Wimbledon 2026.

Sinner mengunci rekor prestisius tersebut usai menumbangkan Alexander Zverev di laga puncak Wimbledon pada Senin WIB guna mengklaim podium tertinggi.

Hasil positif ini mengantarkan atlet Italia berumur 24 tahun itu masuk dalam jajaran pemain aktif kedelapan yang mampu mengumpulkan 100 kemenangan di panggung Grand Slam.

Berdasarkan data dari ATP, Sinner kini bersanding dengan Novak Djokovic (409 kemenangan), Stan Wawrinka (160), Marin Cilic (143), Alexander Zverev (131), Gael Monfils (130), Kei Nishikori (104), dan Grigor Dimitrov (103).

Saat ini Sinner memegang rekor 100 kemenangan dan 22 kekalahan pada turnamen Grand Slam dengan rasio kesuksesan mencapai 82 persen.

Di antara jajaran petenis aktif yang telah menembus angka 100 kemenangan Grand Slam, cuma Djokovic yang mengantongi persentase kemenangan lebih dominan, yaitu sebesar 87,6 persen.

Kombinasi performa Sinner terlihat kian memukau dalam kurun waktu dua setengah musim belakangan. Semenjak membukukan kemenangan Grand Slam ke-39 di Australian Open 2024, dirinya sukses mengemas 62 kemenangan dan hanya menelan enam kekalahan, atau setara dengan tingkat kemenangan 91,2 persen.

Sepanjang periode emas tersebut, hasil minor yang didapatkannya cuma berasal ketika menghadapi Carlos Alcaraz, Daniil Medvedev, Djokovic, serta Juan Manuel Cerundolo.

Adapun poin kemenangan perdana Sinner di kompetisi Grand Slam ditorehkan pada Australian Open 2020 kala menundukkan Max Purcell.

Pada awal bulan ini, dirinya pun sukses mematahkan rekor sebagai tunggal putra Italia dengan koleksi kemenangan Grand Slam terbanyak sepanjang sejarah lewat kemenangan ke-95 setelah mendepak Nuno Borges di putaran kedua Wimbledon.

Di sisi lain, Ben Shelton tercatat menjadi kompetitor yang paling sering ditaklukkan Sinner pada turnamen Grand Slam. Petenis asal Italia tersebut tercatat sudah empat kali menjegal langkah wakil Amerika Serikat itu, yang masing-masing terjadi di Wimbledon 2024, Australian Open 2025, Wimbledon 2025, dan Australian Open 2026.

Raihan trofi Wimbledon ini pun semakin mempertegas dominasi Sinner atas Alcaraz dalam hal koleksi "Big Titles", yang merupakan akumulasi dari gelar Grand Slam, ATP Finals, ATP Masters 1000, serta medali emas nomor tunggal Olimpiade.

Keberhasilan di Wimbledon kali ini merupakan "Big Title" yang ke-17 bagi Sinner, sedangkan Alcaraz baru mengantongi 15 gelar. Trofi tersebut sekaligus menjadi gelar Grand Slam kelima di sepanjang karier Sinner, di mana seluruh titel turnamen major tersebut sukses disabet sejak bergulirnya musim 2024.

Roda rivalitas antar kedua petenis muda ini bergerak sangat dinamis sepanjang musim berjalan. Selepas Alcaraz memenangi Australian Open, petenis asal Spanyol tersebut sempat memimpin 15-11 dalam perolehan "Big Titles". 

Kendati demikian, Sinner berbalik mendominasi dengan menyapu bersih enam dari tujuh kejuaraan "Big Title" berikutnya.

Pada musim ini, Sinner turut mencetak sejarah baru sebagai petenis pertama yang mampu menjuarai lima turnamen ATP Masters 1000 pembuka dalam satu musim kalender sejak format ini diperkenalkan pada 1990, yang meliputi Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma. 

Kemenangan di Roma sekaligus menyempurnakan pencapaian individunya dalam merengkuh Career Golden Masters.

Hingga bergulirnya Wimbledon, Sinner tercatat sudah mengamankan enam "Big Titles" di sepanjang musim 2026, menyamai rekor terbaik personalnya pada 2024, dengan menyisakan enam turnamen "Big Title" lagi yang siap diperebutkan hingga akhir tahun.

Secara rata-rata, Sinner sukses membawa pulang satu "Big Title" dari setiap 4,2 turnamen yang diikutinya. Rasio mengesankan tersebut menempatkannya di urutan keempat terbaik dalam sejarah tenis, berada di belakang Djokovic (3,3), Rafael Nadal (3,5), serta Alcaraz (3,9).

Terkini