Ramadhan Sananta Resmi Perkuat Persebaya di Super League

Jumat, 10 Juli 2026 | 23:08:31 WIB
Ramadhan Sananta. (Foto: NET)

JAKARTA – Rumput Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sebenarnya sudah sangat familier bagi Ramadhan Sananta. Meski begitu, atmosfer berbeda dirasakan sang penyerang saat kembali ke stadion kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut. 

Kali ini, ia hadir bukan sebagai tim tamu, melainkan resmi mengenakan jersi hijau khas Persebaya Surabaya. Momen perdana ini terlihat dalam kegiatan Media Day yang dilaksanakan manajemen klub baru-baru ini sebagai tanda dimulainya persiapan tim menuju kompetisi Super League 2026/2027.

Bagi penyerang yang kini menginjak usia 23 tahun tersebut, berlabuh ke Persebaya bukan sekadar berpindah seragam. Langkah ini ia pandang sebagai tantangan baru bersama salah satu tim raksasa di Indonesia yang punya basis suporter luar biasa serta sejarah yang panjang.

"Kita tahu untuk tahun ini target kita apa. Ya tentunya berharap kedatangan saya ke sini bisa berbuat lebihlah buat Persebaya. Semoga tahun ini kita bisa tercapai keinginan kita. Amin," ujar Ramadhan Sananta.

Kembali merumput di kompetisi sepak bola tertinggi tanah air juga dijadikan momentum olehnya untuk mengembalikan ketajaman lini serang setelah semusim berkompetisi bersama DPMM FC. 

Sepanjang berkarier di Liga Malaysia pada musim 2025-2026, ia mencatatkan dua gol dan satu assist dari total 21 pertandingan. Performa tersebut diakui belum mampu menyamai ketajamannya saat masih berkarier di kompetisi domestik Indonesia.

Musim keemasan penyerang kelahiran Kepulauan Riau ini tercipta ketika berbaju PSM Makassar pada Liga 1 2022-2023. Kala itu, ia sukses menggelontorkan 11 gol dan dua assist dari 24 laga, sekaligus mengantarkan timnya merengkuh trofi juara liga. 

Setelah momen sukses tersebut, ia sempat hijrah ke Persis Solo selama dua musim dengan raihan total 13 gol serta tiga assist dari 33 penampilan. 

Kini bersama Bajul Ijo, ia berkesempatan besar untuk mengembalikan performa puncaknya sekaligus membuka peluang kembali dipanggil ke tim nasional Indonesia, setelah namanya absen pada skuad FIFA Matchday Juni 2026 yang lalu.

Di balik statusnya yang kini dikenal sebagai salah satu juru gedor lokal terbaik di Indonesia, Ramadhan Sananta memiliki cerita menarik yang menjadi titik balik krusial dalam perjalanan karier sepak bolanya. 

Sebelum namanya meroket bersama PSM, ia awalnya datang hanya dengan status pemain seleksi setelah ikatan kontraknya bersama Persikabo selesai. Setelah satu pekan mengikuti proses trial, kepastian kontrak dari manajemen tak kunjung ia dapatkan. 

Situasi yang digantung tersebut memicu keberaniannya untuk langsung menghadap dan bertanya kepada juru taktik Bernardo Tavares. Langkah berani guna meminta kejelasan itulah yang akhirnya mengubah garis hidupnya di dunia sepak bola.

"Di sana saya seminggu, terus karena belum ada kejelasan kontrak, jadi saya tanya ke pelatih 'Coach, ini kapan kontraknya? Saya butuh kejelasan juga.' Terus tidak lama kemudian, dua hari dikirim kontrak, saya ditanda-tangan," ujar pemain yang pertama kali gabung bersama Timnas U22 Indonesia pada bulan April 2023 sebagai persiapan menghadapi SEA Games 2023.

Usai resmi diikat kontrak oleh PSM, ia langsung dipercaya tampil pada laga debutnya melawan Arema FC. Kepercayaan dari pelatih berkebangsaan Portugal tersebut kembali ia dapatkan ketika bersua Persib Bandung. 

Dalam pertandingan kontra Persib itulah ia berhasil mencetak dua gol, yang menjadi pemantik utama munculnya rasa percaya diri sebagai seorang striker utama.

"Terus pertandingan demi pertandingan saya cetak gol terus, termasuk Persebaya saya juga cetak gol (tertawa). Terus ya itulah kenapa Coach Bernardo Tavares ini adalah orang yang berjasa sampai saat ini buat karir saya," kata Ramadhan Sananta.

Oleh karena itu, ia mengungkapkan bahwa Bernardo Tavares tidak sekadar memberikan menit bermain di lapangan, tetapi juga senantiasa menggembleng serta membimbing dirinya agar tumbuh menjadi pesepak bola yang berkualitas.

"Karena dia yang membantu banyak, yang kasih motivasi saya, yang terus mengingatkan saya 'stay humble'. Sananta kamu harus kerja keras, kamu pemain muda, kamu harus gigih. Akhirnya saya bisa cetak 11 gol di umur saya yang 22 tahun," ujar pemain yang memulai karir profesionalnya musim 2021–2022 itu.

Pencapaian manis tersebut menjadi musim yang paling sulit dilupakan sepanjang kariernya karena mampu membawa PSM Makassar keluar sebagai juara sekaligus menjadi pembuktian atas kualitas dirinya.

"Itu bukan hal mudah bagi saya. Saya tetap tekan diri karena saingan saya pemain asing. Terus kami juara juga, ya itulah tahun berkesan bagi saya," pungkasnya.

Terkini