Bukan Sekadar Kelelahan, Ini Penyebab Fatal Saat Berolahraga

Jumat, 10 Juli 2026 | 22:24:01 WIB
PDSKO: Waspada Faktor Risiko Penyebab Fatal saat Berolahraga [FOTO: NET].

JAKARTA - Meninggal dunia saat berolahraga memang jarang terjadi, namun risikonya dapat meningkat apabila aktivitas fisik dilakukan tanpa memperhatikan kondisi kesehatan dan aspek keselamatan.

 Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) menjelaskan bahwa kejadian fatal tersebut umumnya tidak dipicu oleh satu penyebab tunggal.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Jumat (10/7/2026), PDSKO menyampaikan belasungkawa atas berbagai kasus meninggal dunia yang terjadi saat menjalani aktivitas fisik di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. 

Menurut PDSKO, kejadian tersebut terjadi pada berbagai jenis aktivitas, mulai dari lari trail, maraton, pendakian gunung, sepak bola, bulu tangkis, renang, hingga kegiatan Pendidikan Dasar Militer yang diikuti masyarakat sipil.

PDSKO menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan kejadian medis serius saat aktivitas fisik umumnya dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor. Faktor pertama adalah kondisi kesehatan yang belum terdeteksi. 

Seseorang dapat memiliki gangguan kesehatan tertentu tanpa disadari sehingga berisiko mengalami masalah medis ketika melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi. Faktor kedua ialah beban latihan yang tidak sesuai kapasitas tubuh. Selain itu, kondisi lingkungan yang ekstrem juga berperan.

PDSKO juga menyoroti pentingnya mengenali gejala yang muncul selama berolahraga. Menurut organisasi tersebut, keterlambatan mengenali tanda bahaya dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko terjadinya kejadian fatal. 

Peserta diminta segera menghentikan aktivitas apabila mengalami keluhan seperti nyeri dada, sesak napas berat, penurunan kesadaran, kolaps, atau gejala gangguan akibat paparan panas.

Selain itu, PDSKO menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan dalam setiap aktivitas fisik. Keselamatan harus menjadi bagian dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.

 Penyelenggara, pelatih, tenaga kesehatan, pendamping, dan peserta sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman serta memastikan tidak ada peserta yang dipaksa melanjutkan aktivitas ketika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.

PDSKO juga mengajak kementerian dan lembaga, TNI, Polri, institusi pendidikan, organisasi olahraga, pusat kebugaran, perusahaan, pelatih, instruktur, hingga seluruh penyelenggara kegiatan aktivitas fisik untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama agar manfaat olahraga dapat diperoleh dengan risiko kejadian medis serius yang seminimal mungkin.

Terkini