JAKARTA - Pernahkah Anda merasakan kaki mendadak menendang, tubuh kaget tersentak, atau merasa seolah-olah terjatuh ketika baru saja akan terlelap? Sensasi tersebut kerap kali membuat orang terbangun secara tiba-tiba dan terkejut. Kondisi ini disebut dengan istilah hypnic jerk atau sentakan hipnik.
Berdasarkan penjelasan dari ahli masalah tidur asal Stanford University, Dr. Rafael Pelayo, fenomena ini sangat lumrah dialami oleh masyarakat luas dan pada dasarnya tidak memicu bahaya.
"Itu adalah salah satu fenomena tidur yang hampir semua orang pernah rasakan atau sadari," kata Dr. Pelayo, seperti disadur dari PopSugar, Selasa (7/7/2026).
Hypnic jerk sendiri merupakan sebuah gerakan spontan atau kejutan yang timbul sewaktu tubuh tengah berada dalam proses peralihan dari kondisi terjaga menuju fase tidur. Kejutan ini dapat melanda bagian kaki, tangan, maupun ke seluruh anggota badan.
Beberapa individu bahkan turut mengalami ilusi seperti terperosok dari tempat tinggi, tersandung kaki sendiri, atau mendadak kehilangan keseimbangan tepat sebelum mereka benar-benar terlelap.
Terkait alasan di balik tubuh yang kaget saat hendak tertidur, Dr. Pelayo memaparkan bahwa pemicunya berhubungan erat dengan adanya tabrakan pada sinyal otak.
"Ini terjadi karena tubuh ingin tidur, tetapi kamu masih memaksanya tetap terjaga," jelasnya.
Contoh nyatanya adalah ketika seseorang masih sibuk membalas pesan ponsel, menyelesaikan pekerjaan di laptop, atau terus memikirkan banyak hal mendekati waktu tidur. Kondisi tersebut memicu sistem yang mengatur keadaan terjaga dan keadaan tidur menjadi saling tumpang tindih.
"Dunia tidur dan dunia terjaga menjadi kabur," kata Dr. Pelayo.
Pada mayoritas situasi, gangguan hypnic jerk ini bukan merupakan indikator adanya masalah kesehatan yang fatal. Sebaliknya, fenomena ini justru kerap dipandang sebagai indikasi bahwa tubuh Anda telah berada dalam tingkat kelelahan yang tinggi dan sangat butuh beristirahat.
"Yang tubuh kamu coba sampaikan adalah, 'Kamu seharusnya sudah tidur sekarang. Berhenti memaksakan diri tetap terjaga,'" ujar Dr. Pelayo.
Walau demikian, masalah ini tidak sama dengan restless legs syndrome (RLS), sebuah gangguan yang memicu sensasi tidak nyaman, kesemutan, rasa panas seperti terbakar, hingga dorongan kuat untuk terus menggerakkan area kaki sewaktu sedang beristirahat.
Demi meminimalisasi munculnya kejutan pada tubuh menjelang tidur, pakar merekomendasikan sejumlah tindakan berikut:
Sudahi pemakaian ponsel pintar dan laptop menjelang waktu tidur.
Matikan layar televisi serta batasi paparan dari pencahayaan yang terang.
Terapkan pola dan jadwal tidur yang teratur setiap hari.
Sediakan waktu relaksasi bagi tubuh sebelum memejamkan mata.
Jangan lagi memaksakan diri untuk terus terjaga apabila rasa kantuk sudah melanda.
Apabila sentakan ini muncul terlampau sering, merusak kenyamanan tidur, atau diiringi oleh indikasi lain berupa rasa sakit serta sensasi panas membakar di kaki, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter guna memperoleh penanganan medis lebih lanjut.