BRI Cetak Sejarah, Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun Lewat Danantara

Senin, 06 Juli 2026 | 02:10:31 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus meningkatkan kontribusinya bagi ekonomi kerakyatan melalui transformasi bisnis berkelanjutan, penguatan kinerja, dan pemberian nilai tambah untuk masyarakat serta negara di bawah pengawasan Danantara. 

Modal utama BRI untuk memberikan sumbangsih besar kepada negara melalui dividen ini bertumpu pada kinerja kokoh Perseroan sepanjang tahun 2025.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada Jumat (10/4/2026), BRI menetapkan pembayaran total dividen tunai Tahun Buku 2025 senilai Rp52,1 triliun atau setara Rp346,00 tiap lembar saham. 

Keputusan pembagian ini merujuk pada perolehan laba tahun berjalan konsolidasian perseroan yang berakhir 31 Desember 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun. 

Prestasi ini mengukuhkan BRI sebagai salah satu pembayar dividen terbesar bagi negara sekaligus membuktikan ketahanan bisnis jangka panjangnya.

Tren positif ini terus terjaga pada awal tahun 2026. Di Triwulan I 2026, BRI mengantongi laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, melonjak 13,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Fungsi intermediasi juga berjalan baik dengan penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun (naik 13,7% yoy) dan penghimpunan Dana Pihak Khas (DPK) sebesar Rp1.555 triliun (tumbuh 9,4% yoy).

Di tengah kondisi fundamental yang kuat, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menerangkan bahwa kehadiran Danantara menjadi momentum krusial bagi Perseroan untuk mendorong akselerasi transformasi, mempererat sinergi, serta memaksimalkan andil dalam pembangunan nasional.

“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah. Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hery.

Memasuki babak baru tata kelola bersama Danantara, BRI konsisten memperkuat kinerja dan mempercepat langkah transformasi demi menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus mendukung program ekonomi kerakyatan pemerintah lewat sejumlah strategi berikut:

1. Distribusi Dividen Rekor Sejarah Rp52,1 Triliun BRI resmi menggelontorkan dividen jumbo dari tahun buku 2025 dengan akumulasi Rp52,1 triliun. 

Angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah perusahaan sekaligus menegaskan kemampuan profitabilitas, penciptaan nilai untuk pemegang saham, serta sumbangsih nyata terhadap ekonomi nasional.

2. Langkah Transformasi lewat BRIvolution Reignite Dipimpin oleh Direktur Utama Hery Gunardi, BRI menginisiasi program transformasi BRIVolution Reignite. Langkah ini diambil untuk mengokohkan fondasi bisnis, mendongkrak efisiensi, dan menjaga daya saing di tengah pergeseran teknologi serta lanskap ekonomi. 

Program ini berfokus pada penguatan dana murah, akselerasi digital, produktivitas, serta ekspansi bisnis inti yang berkelanjutan dengan pendekatan customer-centric untuk melayani semua segmen nasabah.

3. Rebranding Korporat: Menjadi “Satu Bank untuk Semua” Sebagai bagian dari transformasi, BRI meluncurkan Corporate Rebranding pada Selasa (16/12/2025) bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-130.

“Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi Perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development,” kata Hery.

4. Cost of Fund Turun ke Angka 2,3% Pada Triwulan I 2026, dana murah (CASA) BRI melesat 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun, sehingga rasio CASA terkerek ke level 68,07%. 

Dampaknya, cost of fund (CoF) berhasil ditekan menjadi 2,3% dari sebelumnya 3% pada periode yang sama tahun lalu. Optimalisasi ini didorong oleh masifnya aktivitas transaksi digital lewat platform BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.

5. Penyaluran KUR Terbesar Mencapai Rp84,36 Triliun Dari Januari hingga Mei 2026, realisasi KUR BRI menyentuh Rp84,36 triliun, atau menjangkau 46,87% dari total pagu tahun 2026 yang sebesar Rp180 triliun. 

Sebesar 67,18% dialokasikan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar senilai Rp35,91 triliun. Capaian ini memantapkan status BRI sebagai penyalur KUR utama di Indonesia dalam menyokong Asta Cita Pemerintah.

6. Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat lewat KPP Rp9,5 Triliun Kontribusi BRI pada pemenuhan hunian nasional dibuktikan melalui penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang menyentuh Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur per 31 Mei 2026. 

Merespons tingginya animo masyarakat, BRI memperbesar target alokasi KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar penyaluran KPP di tanah air.

7. Penguatan Ekosistem UMKM dan Desa BRILiaN Komitmen pada ekonomi kerakyatan terus diimplementasikan lewat pembinaan 5.245 Desa BRILiaN, penyediaan layanan bagi 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta pendampingan lebih dari 43 ribu kelompok usaha melalui program Klasterku Hidupku agar pelaku usaha mikro bisa naik kelas.

8. BRI Group Makin Solid, Anak Usaha Sokong Laba Di bawah supervisi Danantara, sinergi BRI Group kian kuat. Entitas anak usaha mencetak laba Rp3,89 triliun hingga kuartal I 2026, atau berkontribusi sebesar 25,1% dari total laba bersih konsolidasian grup. Hasil ini memperkuat diversifikasi dan ketahanan struktur bisnis inti perusahaan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyatakan bahwa perbankan pelat merah terus memperlihatkan tren kinerja positif berkat program transformasi yang berjalan.

"Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional," pungkas Dony.

Terkini