JAKARTA - Kehadiran Sekolah Rakyat di Provinsi Sumatera Utara dinilai mampu meredam tingkat kenakalan remaja. Hal ini terjadi karena lembaga pendidikan tersebut membuka akses bersekolah yang luas bagi anak-anak dari keluarga yang kurang sejahtera.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Agus Suriadi, seorang akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU).
"Sekolah Rakyat juga dapat berfungsi sebagai solusi untuk menekan tingkat kenakalan remaja," ujar Agus di Medan, Senin (6/7/2026).
Agus berpendapat bahwa Sekolah Rakyat mampu menghadirkan ruang belajar yang terarah dan positif, yang juga ditunjang oleh beragam aktivitas ekstrakurikuler yang berguna.
"sehingga mampu mengalihkan perhatian anak-anak dari perilaku negatif, sekaligus membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial," ucapnya.
Agus juga menjelaskan bahwa sistem asrama yang diterapkan dalam model pendidikan Sekolah Rakyat memiliki potensi besar untuk mendorong mobilitas sosial yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sekolah biasa.
Melalui sistem tinggal di asrama ini, para murid mendapatkan bimbingan yang jauh lebih mendalam dari para mentor, sekaligus memperoleh akses yang lebih maksimal terhadap sarana pendidikan.
"Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses belajar dan perkembangan pribadi siswa," ucapnya.
Bukan hanya itu, Agus mengemukakan bahwa penyediaan sarana belajar yang modern serta penerapan sistem pembelajaran digital dipercaya mampu mengikis ketimpangan kualitas pendidikan yang selama ini terjadi antara anak-anak dari keluarga prasejahtera dan keluarga yang mapan.
Agus menilai, melalui pemanfaatan teknologi serta penerapan teknik belajar yang terbarukan, mutu pendidikan yang didapatkan oleh para siswa dapat meningkat. Dengan begitu, mereka bakal mempunyai keahlian yang lebih matang untuk memenangkan persaingan di ranah kerja kelak.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sebelumnya telah mendirikan Sekolah Rakyat yang tersebar di wilayah Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Kota Padangsidimpuan.