Menko PM Apresiasi Pendekatan Baru Kemenparekraf di MASA Singapore

Senin, 06 Juli 2026 | 20:23:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa hambatan paling besar bagi para pelaku industri kreatif tanah air saat ini bukan lagi perihal menciptakan produk bermutu tinggi, melainkan bagaimana menembus pasar internasional.

"Pemerintah harus mulai fokus membuka akses global untuk brand lokal. Produk Indonesia sudah semakin berkualitas. Yang sering menjadi tantangan justru bagaimana mempertemukan karya-karya terbaik kami dengan pasar, jejaring, dan peluang di tingkat internasional," kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan olehnya sewaktu meninjau Indonesia Marketplace yang menjadi bagian dari rangkaian acara Movement Across Time (MASA) Singapore 2026 di Takashimaya Shopping Centre, Singapura.

Ia berpendapat bahwa selama ini upaya mengenalkan produk Indonesia di kancah internasional masih kerap bertumpu pada ajang pameran yang waktunya terbatas. 

Sementara itu, para pelaku usaha sebenarnya lebih memerlukan akses jangka panjang terhadap pasar, jaringan bisnis, serta mitra strategis yang mampu menyokong perkembangan mereka di level dunia.

Ia menganggap langkah yang diinisiasi oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar lewat kemitraan dengan MASA mampu membawa sudut pandang baru dalam menyokong para pelaku ekonomi kreatif.

Pihak pemerintah tidak sekadar menyokong keterlibatan dalam suatu pameran, melainkan merajut kerja sama antarsektor guna membawa merek-merek Indonesia terpilih ke area komersial yang strategis sekaligus mengaitkannya langsung pada ekosistem pasar global.

"Saya mengapresiasi Bu Irene dan jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah memulai pendekatan baru ini. Yang dibangun bukan sekadar sebuah pameran, tetapi membuka akses. Brand-brand Indonesia dipertemukan dengan buyer, investor, media, hingga pengelola ruang komersial internasional. Nilai tambahnya ada di situ," ujar Muhaimin Iskandar.

Muhaimin Iskandar berpandangan bahwa skema menyerupai MASA ini harus diimplementasikan secara lebih luas lantaran membuktikan bahwa sokongan pemerintah buat para pelaku usaha tidak melulu mesti berupa ketersediaan anggaran ataupun stimulus langsung.

Pada berbagai kondisi, memfasilitasi keterbukaan akses, merancang jejaring, serta menjembatani para pelaku usaha dengan kesempatan yang strategis justru sanggup memberikan efek yang jauh lebih konsisten.

"Kalau hanya berpameran, dampaknya sering berhenti ketika acaranya selesai. Tetapi ketika pemerintah mampu membuka akses dan membangun jejaring, manfaatnya akan terus berkembang jauh setelah kegiatan itu berakhir. Inilah cara pemerintah menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat," katanya.

Terkini