Kemenekraf & APPMI Pacu Fesyen Nasional di IFW 2026

Senin, 06 Juli 2026 | 19:49:31 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) guna mendorong kontribusi industri fesyen tanah air sebagai motor penggerak ekonomi lewat perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa momentum dari ajang ini sangat tepat dimanfaatkan dalam membuka akses pasar global bagi produk-produk yang berpeluang menembus pasar ekspor.

"Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kita bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kita ke negara-negara tujuan strategis," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7/2026).

Riefky memaparkan bahwa industri ini sudah membuktikan perannya sebagai fondasi utama ekonomi kreatif lewat sumbangan sebesar 14,77 persen terhadap PDB ekonomi kreatif di tahun 2025. 

Tidak hanya menjadi raja di pasar dalam negeri, subsektor fesyen pun mendominasi pasar global dengan memasok 58,55 persen dari seluruh total ekspor ekonomi kreatif sepanjang periode Januari–April 2026.

Kementerian Ekraf menilai pelaksanaan IFW 2026 sebagai momen penting dalam memperkokoh rantai pasok sekaligus melihat dampak ekonomi konkret bagi subsektor fesyen nasional. 

Target penguatan tersebut merujuk pada kesuksesan IFW tahun sebelumnya yang sukses menggandeng lebih dari 200 jenama serta perancang busana, melibatkan 4.000 pekerja kreatif, mendatangkan 34.000 pengunjung, dan mencatatkan kenaikan transaksi digital mencapai 50 persen.

"Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia," ujar Riefky.

Perhelatan IFW 2026 rencananya akan digelar pada 29 Juli sampai 2 Agustus 2026 di JICC Senayan. Acara kali ini bakal mengangkat tema 'Ulos Simetria' yang menjadikan kekayaan wastra, kebudayaan, serta kreativitas dari Sumatra Utara sebagai basis inspirasi utamanya.

IFW 2026 sendiri merupakan kalender tahunan yang mengintegrasikan seluruh elemen dalam ekosistem industri fesyen, mulai dari perancang busana, akademisi, pembuat aksesoris, hingga para pemodal dan pembeli. 

Acara yang digagas oleh APPMI ini memiliki komitmen penuh dalam mewadahi pameran dagang, business matching, forum industri, sampai pagelaran busana yang mengangkat kebudayaan Nusantara.

"Kami siap berjalan beriringan bersama kementerian untuk memperluas promosi produk kreatif dan membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat internasional," ungkap Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono.

Terkini