Diserbu Investor, IPO Produsen INACO JELI Kelebihan Permintaan

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:59:31 WIB
CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya. (Foto: NET)

JAKARTA - Aksi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang dilakukan oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) sukses membukukan kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 273,37 kali pada porsi pooling. Tercatat sebanyak 606.892 Single Investor Identification (SID) ikut berpartisipasi dalam momentum ini.

Emiten produsen makanan dan minuman yang populer dengan brand INACO ini melepas 266 juta lembar saham baru ke masyarakat dengan harga penawaran Rp 900 per saham. Melalui langkah strategis tersebut, JELI berpeluang meraup dana segar mendekati Rp 239,4 miliar. 

Seluruh dana yang terkumpul direncanakan untuk menyokong ekspansi bisnis, meliputi peningkatan kapasitas produksi, memperkokoh jalur distribusi, serta memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengungkapkan, selaku penjamin emisi efek (underwriter) tunggal untuk IPO JELI, capaian tersebut tergolong luar biasa lantaran menjadi IPO kedua di tanah air sepanjang tahun 2026 yang terlaksana di kala situasi pasar masih diselimuti ketidakpastian.

“IPO JELI mencatatkan oversubscription sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan total 606.892 investor. Pencapaian ini menjadi sangat istimewa di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian,” jelasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Bernadus, kesuksesan ini menjadi bukti nyata bahwa kendati pasar saham sedang bergejolak, tingkat kepercayaan para pemodal terhadap calon emiten yang memiliki fundamental kokoh serta prospek bisnis cerah tetap berada di posisi yang sangat kuat.

Direktur Niramas Utama Adhi S Lukman menilai, antusiasme yang masif dari para investor ini adalah sebuah mandat yang wajib dirawat lewat pembuktian kinerja serta pertumbuhan usaha yang berkesinambungan.

“Dengan demikian, apresiasi yang diberikan investor benar-benar menjadi cerminan dari fundamental JELI yang kuat dan prospek usaha yang kami miliki,” kata Adhi.

Adhi menjelaskan, perubahan status menjadi perusahaan terbuka merupakan pijakan strategis bagi JELI dalam mengoptimalkan tata kelola perusahaan (good corporate governance), merambah pasar yang lebih luas, menaikkan volume produksi, hingga memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang sahamnya.

Halaman :

Terkini