Gandeng Agrinas Palma, Kemenkop Targetkan 20% Lahan Sawit ke Koperasi

Jumat, 03 Juli 2026 | 01:29:31 WIB
Kemenkop & Agrinas Palma Serahkan 20% Lahan Sawit ke Koperasi [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kemitraan dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) guna mengintegrasikan ekosistem perkebunan kelapa sawit yang berbasis wadah koperasi. Melalui implementasi kerja sama ini, porsi berkisar 20% dari areal lahan sawit produktif nantinya akan dioperasikan oleh pihak koperasi lewat skema kemitraan plasma.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan, format kemitraan tersebut diformulasikan dengan menetapkan Agrinas Palma bertindak sebagai perusahaan inti, sementara koperasi milik para petani sawit bakal mengambil peran sebagai unit plasma.

“Sekitar 20% dari luas lahan yang produktif itu nanti akan dikelola oleh plasma berupa koperasi,” kata Ferry dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).

(Catatan: Kutipan di atas ditulis persis seperti teks asli karena tidak memuat kata ganti "beliau" ataupun kata "kita").

Untuk tahap selanjutnya, Kemenkop bakal memfasilitasi program pembinaan kepada jajaran koperasi petani sawit, yang mencakup penyediaan instrumen infrastruktur penunjang serta optimalisasi badan layanan umum (BLU) di bawah naungan kementerian. 

Langkah penguatan ini diaktualisasikan agar entitas koperasi memiliki kapabilitas untuk menjalankan roda usaha secara profesional sekaligus kapabel menjadi mitra strategis yang sepadan bagi Agrinas Palma.

Ferry mengutarakan bahwa pelibatan unsur koperasi ini diproyeksikan tidak sekadar memacu perluasan skala usaha Agrinas Palma, melainkan turut memperbesar kontribusi serta partisipasi riil masyarakat, terutama para petani sawit, dalam lingkaran pengelolaan perkebunan.

Sebagai perwujudan proyek percontohan (pilot project), pemerintah dijadwalkan bakal meresmikan pengoperasian pabrik pengolahan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bentukan koperasi di kawasan Musi Banyuasin pada momentum akhir Juli atau awal Agustus 2026. 

Fasilitas pabrik ini didesain memiliki kapasitas output produksi menyentuh 60 ton per jam dengan dukungan pasokan dari bentangan lahan sawit seluas berkisar 3.100 hektare. Pola percontohan ini ke depannya bakal direplikasi ke berbagai wilayah lain bersinergi dengan Agrinas Palma Nusantara.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Abdul Ghani menguraikan, pihak Agrinas mendapatkan penugasan resmi dari pemerintah untuk mengelola area perkebunan kelapa sawit di wilayah kawasan hutan yang sebelumnya telah ditertibkan dan diambil alih oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). 

Pada saat ini, luasan lahan yang tengah berada dalam tahapan verifikasi faktual mencapai kisaran 850.000 hektare.

Abdul menjabarkan bahwa di dalam lingkup kawasan tersebut saat ini masih terdapat sebaran kebun sawit swadaya milik masyarakat dengan luasan kumulatif di atas 120.000 hektare. 

Menatap prospek ke depan, Agrinas memasang target untuk meningkatkan cakupan lahan kelolaan sawitnya dari posisi 850.000 hektare menuju angka kisaran 1,25 juta hektare.

“Kalau menurut ketentuan yang berlaku selama ini minimal 20% harus dibentuk plasma. Artinya apa? Ada 250.000 hektare dalam jangka panjang, minimal dalam artian tentu ada kebijakan pemerintah kami akan ikut, minimal 250.000 hektare, itu sama dengan 250 koperasi,” ucap Abdul.

Terkini