Kemenkop Bangun Pabrik CPO, Siapkan Minyak Goreng Koperasi

Jumat, 03 Juli 2026 | 22:03:01 WIB
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengembangkan bisnis sawit yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Upaya ini diwujudkan melalui pembangunan pabrik crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang berbasis koperasi. 

Melalui inisiatif tersebut, pemerintah berharap dapat menghadirkan produk minyak goreng buatan koperasi dengan pasokan bahan baku mandiri yang berasal dari perkebunan sendiri.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa pihak kementerian bakal meresmikan pabrik CPO milik koperasi yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. 

Pabrik yang terintegrasi dengan lahan perkebunan sawit seluas 3.100 hektare ini dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 60 ton per jam. Proyek ini akan menjadi percontohan (pilot project) dalam pengembangan bisnis kelapa sawit berbasis koperasi yang dijalankan bersama PT Agrinas Palma Nusantara.

“Itu akan diikuti dengan piloting di tempat-tempat yang lain lagi bersama PT Agrinas Palma Nusantara. Itu akan bisa menjadi model yang akan bisa dikembangkan di tempat-tempat lain bersama dengan PT Agrinas Palma Nusantara,” kata Ferry dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).

Menurut penjelasan Ferry, pendirian pabrik pengolahan CPO ini merupakan bagian esensial dari strategi besar dalam membentuk ekosistem bisnis sawit koperasi yang menyatu. Tidak sekadar mendirikan fasilitas pabrik pengolahan, pemerintah juga mematangkan persiapan di sektor hulu lewat pengelolaan perkebunan kelapa sawit. 

Langkah ini diambil agar koperasi memiliki ketersediaan bahan baku secara mandiri. Melalui penerapan skema terpadu ini, koperasi diproyeksikan tidak perlu lagi bergantung pada suplai minyak sawit mentah dari pabrik milik korporasi lain ketika memproduksi minyak goreng atau produk turunan sawit lainnya.

“Kalau ini kami juga mulai bangun proses di hulunya, kebun dan pabrik CPO-nya. Jadi kalau pun kami harus bikin minyak goreng, itu sources atau sumber bahan bakunya dari yang punya kami sendiri, jadi kami tidak tergantung lagi dengan pabrik-pabrik CPO yang dimiliki oleh pihak yang lain. Jadi koperasi bisa lebih mandiri dan harapannya nanti hasil produk turunannya bisa minyak makan merah atau minyak goreng dan sebagainya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ferry memaparkan bahwa setelah seluruh rantai produksi dari hulu ke hilir ini berjalan optimal, koperasi akan mendistribusikan minyak goreng hasil olahannya melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Hasil produksinya kalau nanti bisa sampai ke minyak goreng, kami bisa punya minyak goreng versi koperasi yang akan kami jual juga nanti di Koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, pokoknya yakin lah koperasi bisa,” pungkasnya.

Terkini