KRAS Jual The Royale Krakatau Hotel Rp312 Miliar Demi Restrukturisasi

Kamis, 02 Juli 2026 | 01:53:01 WIB
Krakatau Steel Lepas Aset Hotel Rp312 Miliar ke HIN dan InJourney [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) melalui anak perusahaannya PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) menyerahkan aset perhotelan yakni The Royale Krakatau Hotel kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dan InJourney.

Pihak manajemen KRAS menjabarkan bahwa pemisahan (spin-off) aset hotel ini menjadi bagian integral dari agenda restrukturisasi internal Grup Krakatau Steel, sekaligus bentuk penyelarasan dari kebijakan transformasi serta optimalisasi aset BUMN.

"Melalui pengalihan ini, pengelolaan unit usaha perhotelan akan diintegrasikan secara penuh ke dalam ekosistem PT HIN di bawah naungan Holding Pariwisata dan Pendukung (InJourney)," tulis manajemen KRAS dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (2/7/2026).

Adapun nilai transaksi dari pemisahan aset The Royale Krakatau Hotel ini menyentuh Rp312 miliar, atau berkisar 2,58% dari total ekuitas Perseroan jika bersandar pada laporan keuangan per 31 Desember 2025. 

Sebagai bentuk kompensasi atas pelepasan aset hotel kepunyaan PT KSI kepada PT HIN, pihak PT HIN bakal menerbitkan saham baru Seri C yang nantinya diambil alih oleh PT KSI berlandaskan nilai yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Pengalihan lini aset ini pun diproyeksikan mampu melahirkan sistem operasional yang kokoh, mendongkrak standar pelayanan, sekaligus memastikan bahwa aset penginapan tersebut dikelola oleh korporasi yang mengantongi keahlian inti (core expertise) serta jaringan membentang luas di bidang pariwisata nasional.

Di pihak lain, manajemen KRAS mengemukakan jika transaksi pemisahan ini bakal memunculkan ruang strategis yang krusial bagi PT KSI untuk melangsungkan pemurnian bisnis (business purification).

 Usai melepaskan portofolio non-inti di bidang perhotelan, PT KSI akan memusatkan segenap sumber daya, modal, beserta kapabilitas jajaran manajemennya ke pengelolaan area industri terintegrasi, pemenuhan infrastruktur mendasar, hingga layanan logistik strategis.

"Fokus yang lebih tajam ini diharapkan dapat memacu akselerasi pertumbuhan performa komersial PT KSI, meningkatkan efisiensi alokasi modal, dan pada akhirnya memperkuat posisi PT KSI sebagai penyedia solusi infrastruktur industri yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia," tulis manajemen KRAS.

Gagasan pelepasan aset hotel BUMN ini tampil sebagai tindak lanjut dari instruksi PT Danantara Asset Management (Persero) berkaitan dengan konsolidasi hotel BUMN serta penataan portofolio bisnis, dengan memperhatikan Surat Danantara No. SR.216/DI-DAM/DO/2025 tertanggal 28 November 2025 perihal Pengalihan Operatorship kepada HIN.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan pada akhir Maret 2026, KRAS sukses membukukan laba bersih senilai US$2,58 juta (sekitar Rp43,60 miliar, menggunakan kurs Rp16.900 per dolar AS) sepanjang kuartal I/2026. Hasil ini berbalik positif dibandingkan kuartal I/2025 yang sempat mencatatkan rugi bersih mencapai US$46,90 juta (sekitar Rp793,61 miliar).

Pemulihan perolehan laba bersih ini didorong oleh ekspansi pendapatan sebesar 11,76% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$262,36 juta (sekitar Rp4,43 triliun). 

Pemasukan tersebut ditopang oleh divisi produk baja yang mencetak US$256,64 juta (sekitar Rp4,34 triliun), divisi sarana infrastruktur mengemas US$77,47 juta (sekitar Rp1,31 triliun), dan divisi rekayasa serta konstruksi menyumbang senilai US$3,3 juta (sekitar Rp55,77 miliar).

Di sisi berbeda, perseroan sanggup meredam pembengkakan beban pokok pendapatan yang terpantau cuma tumbuh tipis 1,07% YoY menuju US$224,18 juta (sekitar Rp3,79 triliun). Imbasnya, laba kotor KRAS melonjak tajam hingga 194,74% secara tahunan menjadi US$38,18 juta (sekitar Rp645,24 miar).

Per Maret 2026, akumulasi aset perseroan berada di angka US$2,91 miliat (sekitar Rp49,18 triliun) atau terkerek naik 5,23% (*year to date*/YtD). Secara rinci, liabilitas tumbuh sebesar 6,10% menjadi US$2,16 miliar (sekitar Rp36,50 triliun), sedangkan ekuitas menyentuh US$745,67 juta (sekitar Rp12,60 triliun) atau naik 2,78%.

Terkini