KSEI Luncurkan SCFNet demi Perkuat Tata Kelola Urun Dana

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:54:01 WIB
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi menerapkan Sistem Data Terintegrasi Layanan Urun Dana atau SCFNet. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memperkokoh tata kelola dalam industri securities crowdfunding (SCF) atau urun dana. 

Kebijakan tersebut disahkan melalui Keputusan Direksi KSEI Nomor: KEP-0034/DIR/KSEI/0626 tentang Pemberlakuan Sistem Pusat Daya Terintegrasi Layanan Urun dana (SCFNet) yang mulai berjalan sejak 26 Juni 2026.

Merujuk pada beleid yang dikeluarkan, pembuatan SCFNet ini menjadi wujud realisasi dari regulasi dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 mengenai Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi.

Di samping itu, kehadiran sistem ini dirancang demi mendongkrak transparansi informasi sekaligus memberikan jaminan perlindungan bagi para pemodal maupun calon pemodal pada sektor SCF. 

Lewat platform ini, pemodal dan calon pemodal diberikan akses untuk memantau data, informasi, serta berkas keterbukaan terkait operasional penyelenggaraan, perilisan efek, hingga jenis efek yang dipasarkan lewat sistem SCF. Cakupan ini juga memuat histori data mengenai jalannya penghimpunan dana selama periode penawaran berlangsung.

Pemberlakuan SCFNet ini pun selaras dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023–2027, sekaligus menjadi kelanjutan dari Surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-172/D.04/2023 tentang Kewenangan Pengawasan KSEI atas Penyelenggara Layanan Urun Dana.

Untuk rencana jangka panjang, pemanfaatan sistem ini diproyeksikan mampu menekan potensi risiko penyimpangan dana milik investor, menumbuhkan rasa percaya para pemodal, serta memperlebar akses investasi di bidang urun dana. 

Bukan sekadar berfungsi sebagai basis data yang terpadu bagi para pemodal, SCFNet pun bakal dioptimalkan sebagai instrumen pembantu dalam pengawasan oleh OJK serta media edukasi dan literasi seputar industri layanan urun dana.

Terkini