Mochamad Iriawan Kawal Proyek Kilang NGRR dan TPPI Tuban

Kamis, 02 Juli 2026 | 22:51:01 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan. (Foto: NET)

JAKARTA – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan peninjauan terhadap sejumlah infrastruktur energi dan proyek strategis di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Selasa (30/6/2026). 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk fungsi pengawasan demi memastikan seluruh fasilitas serta proyek strategis Pertamina beroperasi sesuai rencana dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Rangkaian kunjungan dimulai dengan melihat langsung perkembangan proyek New Grass Root Refinery (NGRR) di bawah kelolaan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). 

Proyek pembangunan kilang baru yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia ini termasuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan energi sekaligus menyuplai bahan baku untuk industri domestik.

Pada momentum tersebut, Iriawan menegaskan pentingnya pembangunan NGRR Tuban sebagai fondasi utama dalam memperkokoh kemandirian serta ketahanan energi Indonesia ke depan. Oleh sebab itu, Pertamina berkomitmen penuh mengawal jalannya proyek ini agar selesai tepat waktu.

"Ini merupakan aset strategis nasional. Kehadiran saya di Tuban adalah untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa," kata Iriawan melalui rilis pers, Kamis (2/7/2026).

Usai memantau proyek kilang, Iriawan meneruskan agenda kunjungannya ke PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Fuel Terminal (FT) Tuban, serta Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur. 

FT Tuban sendiri bertindak sebagai terminal transit krusial yang menampung pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari kapal tanker maupun jalur pipa. Operasional fasilitas ini ditopang oleh belasan tangki penyimpanan berkapasitas total 305.192 kiloliter (KL), yang spesifikasinya disesuaikan dengan tingkat penguapan tiap jenis BBM.

Dalam peninjauan di FT Tuban yang memiliki kapasitas pengelolaan penyaluran harian mencapai kisaran 27.000 KL per hari tersebut, Iriawan memantau langsung kelancaran operasionalnya.

"Kunjungan saya ini sekaligus memastikan bahwa seluruh instrumen di lapangan bekerja secara optimal dalam menjaga pasokan bahan bakar agar tetap aman di berbagai wilayah," tuturnya.

Secara posisi geografis, FT Tuban kini telah bertransformasi menjadi salah satu pusat logistik energi vital untuk area Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus). 

Tidak hanya menyuplai wilayah itu saja, terminal ini juga menyokong distribusi BBM hingga ke Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, bahkan sampai ke Timor-Leste.

Di lokasi yang sama, Iriawan memberikan apresiasi terhadap keberadaan Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur yang juga berstatus sebagai PSN. Ia menilai infrastruktur ini memiliki peran krusial dalam peta jalan energi nasional karena diproyeksikan mampu memasok sekitar 35 hingga 40 persen dari total kebutuhan LPG nasional.

"Keberadaan terminal ini diharapkan mampu memangkas jalur distribusi, meningkatkan efisiensi logistik, dan memperkuat ketahanan pasokan LPG nasional," jelas Iriawan.

Mengakhiri agenda kunjungan kerjanya, Iriawan kembali mengingatkan pentingnya memprioritaskan aspek keselamatan kerja serta menjaga keandalan infrastruktur jaringan pipa yang menyokong sekitar 58 persen dari total penyaluran gas melalui subholding gas.

Terkini