RI-Belarus Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama Strategis 2026-2030

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:58:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto Dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengungkapkan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia bakal terus melaju positif setelah menyaksikan sendiri pesatnya kemajuan yang diraih sejak lawatan pertamanya ke Indonesia pada tahun 2013 silam.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih setulusnya kepada Presiden Indonesia atas undangan berkunjung ke negara yang indah ini. Saya mengenang kunjungan pertama saya pada 2013 dan melihat sendiri betapa cepatnya perkembangan negara yang indah ini. Saya yakin ekonominya akan terus tumbuh," ucap Lukashenko sewaktu menyampaikan pernyataan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026).

Lukashenko memaparkan bahwa agenda lawatan ke Indonesia ini sebetulnya telah diagendakan sejak setahun lalu. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkokoh relasi bilateral antara kedua belah pihak.

Ia menambahkan, dialog bersama Presiden Prabowo, jajaran menteri, delegasi, hingga sektor pelaku usaha berhasil menelurkan beberapa komitmen yang diharapkan bisa langsung diimplementasikan.

"Kami dari Belarus sangat bahagia. Apa yang telah kami rencanakan sekarang harus direalisasikan," tutur dia.

Lewat agenda tatap muka tersebut, kedua pihak resmi merilis Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030. Program ini nantinya menjadi pijakan utama dalam mengembangkan hubungan bilateral di sejumlah bidang strategis.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kehadiran Lukashenko yang kedua kalinya di Indonesia. Ia memandang pertemuan ini menjadi sinyal kuat semakin kokohnya jalinan persahabatan antara kedua negara.

Prabowo turut menyampaikan komitmennya untuk melangsungkan kunjungan balasan ke Belarus demi mengoptimalkan jalinan komunikasi dan kolaborasi di level pimpinan negara.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, performa ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 sukses menyentuh angka 5,61 persen (year-on-year/yoy). Catatan ini merepresentasikan lonjakan dibanding kuartal pertama 2025 sekaligus memecahkan rekor sebagai laju pertumbuhan paling agresif dalam kurun waktu di atas tiga tahun terakhir.

Kendati demikian, secara triwulanan (quarter-to-quarter/qoq), aktivitas ekonomi didapati mengalami penyusutan sebesar 0,77 persen apabila disandingkan dengan kuartal keempat tahun 2025. Tren penurunan ini dinilai wajar akibat pengaruh siklus musiman usai puncak kesibukan ekonomi di masa akhir tahun.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, capaian pertumbuhan di angka 5,61 persen tersebut utamanya disokong oleh beberapa aspek, yakni tingkat konsumsi rumah tangga, kenaikan pengeluaran pemerintah, sektor investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto), serta bidang akomodasi dan penyediaan makan minum yang mencatatkan ekspansi tertinggi.

Terkini