Samuel Aset Manajemen Siapkan Siasat Kelola Reksa Dana di Sisa 2026

Rabu, 01 Juli 2026 | 05:04:32 WIB
PT Samuel Aset Manajemen (SAM). (Foto: NET)

JAKARTA – PT Samuel Aset Manajemen (SAM) telah menyusun berbagai taktik dalam mengelola reksa dana untuk menghadapi situasi pasar keuangan domestik yang masih dipenuhi ketidakpastian saat memasuki paruh kedua tahun 2026.

Direktur sekaligus Chief Investment Officer Samuel Aset Manajemen, Gema K. Darmawan, memperkirakan ada beberapa hal yang bakal memengaruhi pasar keuangan dalam negeri di sisa tahun ini. Faktor-faktor tersebut meliputi proyeksi suku bunga Amerika Serikat yang tetap tinggi serta keperkasaan mata uang dolar AS. 

Di samping itu, kestabilan nilai tukar rupiah yang berimbas pada pergerakan imbal hasil SBN dan aliran modal asing, hingga situasi fiskal nasional di tengah naik turunnya harga energi dunia juga menjadi penentu.

Untuk sektor pasar saham Indonesia, agenda evaluasi aksesibilitas pasar oleh MSCI yang keputusannya akan dirilis pada November 2026 turut menjadi perhatian serius para pelaku pasar. 

Menghadapi situasi tersebut, Samuel Aset Manajemen memilih langkah seleksi bottom-up yang mengandalkan riset fundamental dalam menentukan pilihan saham. Proses penyaringan ini difokuskan pada aspek kualitas serta nilai wajar dari emiten yang bersangkutan.

”Kami memprioritaskan emiten dengan laba yang resilien, neraca yang sehat, dan arus kas yang positif,” katanya, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan data dari situs resminya, SAM setidaknya mengelola 7 produk investasi reksa dana saham. Salah satu produknya, yakni SAM Dana Saham Nusantara Kelas A, menempatkan portofolio pada deretan saham di sektor komoditas seperti AMMN, BRPT, BRMS, BUMI, DEWA, MDKA, hingga ENRG.

Sementara itu untuk instrumen RDPT, langkah pengelolaan aset dijalankan lewat skema pembatasan durasi secara presisi pada tenor menengah hingga pendek. Langkah ini diambil demi menjaga keseimbangan antara tingkat keuntungan dengan risiko fluktuasi harga surat utang di masa mendatang.

Gema menjelaskan bahwa prospek peningkatan dana kelolaan Samuel AM sebenarnya masih sangat berpotensi pada lini produk yang berkarakter defensif, contohnya Reksa Dana Pasar Uang (RDPU). Kesempatan untuk memperbesar nilai AUM perusahaan juga dinilai cerah apabila situasi pasar keuangan di Indonesia berangsur pulih.

”Di sisi lain, apabila kondisi pasar saham membaik, peluang pertumbuhan AUM juga terbuka dari kinerja dan net subscription. Kami pun berencana untuk meluncurkan beberapa produk guna memenuhi kebutuhan investor yang beragam,” katanya.

Terkini