JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membenarkan bahwa capaian penerimaan pajak sampai akhir Juni 2026 masih belum menyentuh angka setengah dari target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan, perolehan pajak sampai pengujung Juni 2026 atau semester I-2026 diestimasi baru menyentuh kisaran 45% dari target tahun ini.
Walakin, tren performa penerimaan tetap memperlihatkan pertumbuhan yang positif bila dikomparasikan dengan periode serupa pada tahun sebelumnya.
"(Realisasi) Juni sekitar 45%. Nanti finalnya mungkin di APBN Kami ya. Saya belum bisa menyampaikan angka," ujar Bimo kepada awak media di Jakarta, Rabu (1/6/2026).
Ia mengimbuhkan, peningkatan penerimaan pajak sampai Juni diproyeksikan berada pada rentang di atas 23% secara tahunan (year on year/yoy). Bimo pun belum membeberkan besaran nominal dari penerimaan pajak tersebut lantaran angkanya masih berada dalam tahap penuntasan.
Pihak pemerintah bakal memaparkan capaian resmi dari penerimaan negara melalui konferensi pers APBN Kita yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan. Sebagai catatan, sasaran penerimaan pajak di dalam APBN 2026 ditetapkan senilai Rp 2.357,7 triliun.
Melalui realisasi yang berkisar 45% hingga akhir Juni, maka pendapatan pajak dikalkulasikan telah menyentuh kisaran Rp 1.061 triliun, sekalipun jumlah itu masih bersifat perkiraan bersandarkan persentase yang dipaparkan oleh DJP.