JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI semakin mengintensifkan langkah penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayah Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Langkah ini diwujudkan melalui peresmian sebuah program pemberdayaan bernama Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam (Permata).
Dalam pernyataan resminya di Jakarta pada Selasa, Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi memaparkan bahwa alokasi dana senilai Rp193.840.000 telah disalurkan demi mengangkat perekonomian 30 Kepala Keluarga (KK) di daerah tersebut.
"Kami menegaskan komitmen penuh Baznas dalam mendukung program pemerintah untuk melakukan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Banyumas yang memiliki konsentrasi penduduk miskin cukup tinggi," katanya.
Zainut menambahkan, gerakan pemberdayaan ini turut disokong oleh Baznas Kabupaten Banyumas yang mengucurkan dana pendampingan senilai Rp240 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pemenuhan modal budidaya sampai pengadaan mesin penetas telur di 12 desa lainnya.
Melalui budidaya ayam berjenis Elba ini, Zainut berharap para ibu rumah tangga bisa membangun kemandirian finansial sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di lingkup keluarga secara jangka panjang.
"Kami sangat optimistis bahwa sinergi lintas sektor ini mampu menjadi percontohan roda ekonomi yang aplikatif dan mudah ditiru, sehingga dapat membawa perubahan kesejahteraan yang konkret bagi masyarakat luas," ucap Zainut Tauhid Sa'adi.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu Kemenko PM Abdul Haris dalam kesempatan berbeda menyatakan bahwa sinergi di antara para pemangku kepentingan merupakan elemen krusial untuk mendongkrak ekonomi lokal.
Ia menilai, Program Permata ini dirancang memakai sistem ekonomi sirkular yang memadukan sektor peternakan dengan pertanian. Melalui konsep ini, kotoran atau sisa buangan ternak bisa diolah kembali menjadi pupuk organik serta elemen penunjang pertanian.
"Ini yang disebut ekonomi sirkular. Kotoran ayam menjadi pupuk, kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung aktivitas pertanian sehingga menciptakan siklus yang berkelanjutan," tutur Abdul Haris.