Fadli Zon Sebut Edukasi Pangan Berbahasa Daerah Langkah Strategis

Senin, 29 Juni 2026 | 18:31:01 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai bahwa sosialisasi mengenai pangan aman yang dikemas menggunakan bahasa serta kesenian daerah menjadi sebuah terobosan strategis sekaligus inovatif. Langkah ini dinilai mampu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus merawat nilai-nilai kearifan budaya lokal.

Fadli Zon menyampaikan di Jakarta, Senin, bahwa penyampaian pesan terkait keamanan pangan bakal jauh lebih gampang dimengerti, diresapi, dan diterapkan oleh masyarakat jika disebarluaskan lewat bahasa daerah, seni pertunjukan, tradisi lisan, cerita rakyat, ataupun ragam ekspresi budaya yang telah menyatu dalam keseharian warga.

"Pangan lokal tak hanya berfungsi sebagai sumber gizi, tapi juga bagian dari ekspresi budaya yang hidup di masyarakat adat di berbagai daerah di Indonesia," katanya dalam rangka World Food Safety Day 2026.

Di sisi lain, menurutnya, faktor keamanan pangan merupakan hal yang krusial. Oleh karena itu, mendayagunakan kekayaan budaya dapat menjadi instrumen yang ampuh dalam menumbuhkan kesadaran publik tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang juga terjamin keamanannya.

"Kebudayaan sesungguhnya merupakan kekuatan sosial yang mampu menggerakkan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, pelibatan unsur budaya dalam edukasi keamanan pangan merupakan langkah yang sangat tepat," dia menambahkan.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah memelopori Gerakan Kampanye 1000 Kader untuk Pangan Aman dengan Bahasa Daerah.

"Saya harap para kader tersebut menjadi agen-agen perubahan di tengah masyarakat yang mampu menyampaikan pesan keamanan pangan sesuai dengan karakter budaya daerah masing-masing," kata Fadli Zon.

Ia memaparkan bahwa gerakan kampanye tersebut menjadi salah satu bentuk realisasi konkret dari kolaborasi antara BPOM dan Kemenbud. Fadli Zon menginginkan agar ke depannya semakin banyak agenda bersama lainnya yang mampu mengangkat kemajemukan budaya serta potensi pangan lokal.

"Ini wujud nyata pelestarian budaya dapat berjalan beriring dengan pembangunan kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup bangsa," ujarnya.

Maka dari itu, ia mengimbau segenap pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, instansi pendidikan, elemen masyarakat, komunitas budaya, pekerja seni budaya, tokoh adat, tokoh agama, media massa, hingga generasi muda untuk senantiasa memperkokoh sinergi demi mewujudkan budaya keamanan pangan di tanah air.

Terkini