Elijah Just Akui Transisi Cepat Belgia Jadi Pembeda

Minggu, 28 Juni 2026 | 19:41:01 WIB
Penggawa Tim Nasional Selandia Baru Elijah Just. [Foto: NET]

JAKARTA – Penggawa Tim Nasional Selandia Baru Elijah Just membenarkan keunggulan Belgia, khususnya pada aspek kecepatan transisi permainan, setelah kedua kesebelasan berhadapan dalam laga pemungkas Grup G Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Jumat (26/6) waktu setempat.

Berdasarkan penilaian Just, Belgia bermain sangat efektif dalam mengoptimalkan seluruh kekeliruan lawan demi membangun serangan balik kilat yang membikin Selandia Baru kesusahan dalam membangun ritme permainan.

“Belgia punya kualitas di semua lini lapangan. Saat kami mencoba menyerang dan kehilangan bola, mereka langsung menghukum kami dengan sangat cepat. 

Mereka punya banyak pemain cepat dan sangat kuat dalam serangan balik,” kata Just selepas laga.

Dia menganggap salah satu aspek yang paling menyulitkan ialah akselerasi para pilar Belgia ketika situasi satu lawan satu, sehingga mengakibatkan Selandia Baru kerap kepayahan melepaskan diri dari tekanan sekaligus mempertahankan penguasaan bola.

“Mereka menekan kami sangat dalam dan kami kesulitan menjaga ritme permainan,” ujar Just.

Walau terpaksa menerima hasil minor, Just berpandangan bahwa Belgia tetap memperlihatkan kapasitasnya sebagai jajaran tim tangguh dalam turnamen ini dan punya kans melangkah lebih jauh pada Piala Dunia 2026.

“Saya pikir mereka mungkin sedikit kurang beruntung di dua pertandingan pertama, dan saya pikir mereka bisa melangkah cukup jauh di turnamen ini,” ucapnya.

Pada sisi lain, Just memastikan bahwa Selandia Baru tetap berupaya tampil dengan skema menyerang walau menghadapi rival yang memiliki kualitas di atas mereka. 

Dia berujar lebih menyukai skuadnya tampil bernyali meski mesti menderita kekalahan telak ketimbang menerapkan strategi yang kelewat defensif di sepanjang pertandingan.

“Saya lebih memilih kalah 5-1 dan bermain berani, daripada kalah 2-0 tapi hanya bertahan sepanjang pertandingan,” jelas Just.

Menurut dia, pengalaman berlaga pada Piala Dunia edisi kali ini berubah menjadi modal berharga bagi Selandia Baru, utamanya terkait mentalitas keberanian serta konsistensi performa di kasta tertinggi.

Dia pun menitikberatkan krusialnya ekspansi sepak bola di tanah airnya, mencakup investasi pada sektor akar rumput serta pembenahan mutu pembinaan usia dini supaya dapat lebih kompetitif pada masa mendatang.

Lebih jauh, Just menaruh harapan agar dalam kurun beberapa tahun ke depan bakal terlahir suksesor baru pesepak bola Selandia Baru yang sanggup bersaing secara lebih konsisten di panggung internasional.

Selandia Baru menyudahi babak penyisihan grup dengan status sebagai juru kunci Grup G lewat perolehan satu kali imbang dan dua kali kalah dari total tiga laga, serta mengemas satu poin.

Terkini