Resmi Dilarang, Mengenal Holeshot Device di MotoGP Mulai Seri Assen

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:20:32 WIB
Kompetisi MotoGP. (Foto: NET)

JAKARTA – Kompetisi MotoGP kini memasuki era regulasi teknis yang baru. Terhitung sejak seri MotoGP Belanda 2026 yang berlangsung di Sirkuit Assen, semua motor di kelas utama tidak lagi diperkenankan memakai front holeshot device atau peranti penurun suspensi depan ketika memulai balapan.

Langkah ini diambil oleh Grand Prix Commission sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan keamanan para pembalap, sekaligus meredam kompetisi pengembangan teknologi antarpabrikan yang dianggap telah melampaui batas wajar. 

Kebijakan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari paket regulasi besar MotoGP 2027 yang nantinya juga bakal menerapkan mesin berkapasitas 850 cc, pembatasan aspek aerodinamika, serta pelarangan seluruh jenis ride-height device

Akan tetapi, khusus untuk sistem holeshot bagian depan, otoritas MotoGP memilih untuk mempercepat implementasinya mulai akhir pekan ini di Assen.

Secara teknis, holeshot device merupakan mekanisme mekanis yang berfungsi untuk menurunkan posisi suspensi motor menjelang start. Ketika para pembalap berada di posisi grid, mereka akan menyalakan sistem ini agar bagian depan motor turun beberapa sentimeter. 

Posisi motor yang lebih rendah ini menggeser distribusi berat ke sisi depan, sehingga roda depan tidak gampang terangkat (wheelie) saat tenaga mesin sebesar kurang lebih 300 hp digas secara maksimal. Melalui cara kerja yang sederhana, kegunaan utama holeshot device adalah mengoptimalkan akselerasi motor sesaat setelah lampu start mati. 

Teknologi ini awalnya dipopulerkan oleh tim Ducati pada sekitar tahun 2018, di mana mulanya hanya diterapkan pada suspensi belakang sebelum akhirnya dimodifikasi untuk mengontrol suspensi depan. Dalam beberapa musim terakhir, hampir seluruh tim pabrikan di MotoGP turut menerapkan sistem serupa.

Dalam ajang MotoGP modern, momen start memegang peranan yang sangat vital. Selisih waktu yang hanya hitungan sepersekian detik ketika melakukan start dapat menentukan pembalap mana yang berhak memimpin saat memasuki tikungan pertama. 

Berkat bantuan holeshot device, para pembalap bisa menarik tuas gas secara lebih agresif tanpa perlu cemas roda depan akan terangkat. 

Manfaat krusial lainnya meliputi akselerasi yang jauh lebih optimal saat start, reduksi gejala wheelie agar tenaga tersalurkan secara lebih efektif ke roda belakang, serta stabilitas motor yang lebih terjaga menuju tikungan pertama demi mempertahankan posisi balapan. 

Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika peranti ini kemudian berkembang menjadi ajang persaingan teknologi yang masif antarpabrikan demi mewujudkan start yang sesempurna mungkin.

Walaupun menawarkan keuntungan besar dari segi performa, pihak MotoGP memandang bahwa pemanfaatan holeshot device justru mulai memicu risiko keselamatan baru. 

Hambatan terbesar terletak pada keharusan pembalap untuk menonaktifkan peranti tersebut lewat prosedur spesifik, yang umumnya dilakukan melalui aksi pengereman ekstrem menjelang tikungan pertama. Situasi ini membuat fase awal balapan menjadi jauh lebih rumit di tengah kepungan puluhan motor yang membalap dalam jarak dekat. 

Ditambah lagi, rentetan kecelakaan fatal pada sejumlah seri di musim 2026 kembali memperkuat kekhawatiran seputar aspek keselamatan saat start. Setelah melalui proses diskusi bersama tim dan pembalap, Grand Prix Commission akhirnya mengetuk palu untuk menghapus peranti tersebut lebih cepat dari jadwal semula. 

Di samping isu keselamatan, banyak pihak menilai biaya riset untuk pengembangan holeshot device terlampau tinggi tanpa memberikan dampak positif yang nyata bagi kualitas kompetisi balap itu sendiri.

Dengan demikian, MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen menjadi panggung perdana di mana seluruh motor wajib melakukan start secara murni tanpa bantuan teknologi penurun suspensi tersebut. 

Sebagai bentuk kompensasi, pihak MotoGP memberikan sesi latihan start tambahan (practice start) sebelum akhir pekan balapan dimulai agar para pembalap mempunyai waktu untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik motor yang baru. 

Perubahan regulasi ini diproyeksikan akan mengembalikan jalannya start balapan pada kemampuan individu masing-masing pembalap dalam mengendalikan kopling, pengaturan gas, hingga kontrol terhadap wheelie, dan bukan lagi karena intervensi komponen mekanis.

Di luar kebijakan itu, MotoGP juga mengumumkan amandemen aturan lain yang mulai diberlakukan pada musim ini. Mulai seri MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, jarak antarbaris pada grid start akan diperlebar dari semula 9 meter menjadi 12 meter. 

Sementara itu, jarak horizontal antar-pembalap dalam satu baris juga ditambah dari 3 meter menjadi 4 meter. Kebijakan ini memiliki esensi yang sama, yakni menyediakan ruang gerak yang lebih lega saat start demi meminimalisasi risiko kecelakaan beruntun. 

Melalui penghapusan holeshot device sejak seri Assen, MotoGP menegaskan pesan kuat bahwa era pengembangan teknologi yang terlampau rumit kini mulai dibatasi. 

Fokus utama ke depan adalah menyajikan tontonan balapan yang jauh lebih aman, sekaligus mengembalikan peran talenta serta keahlian pembalap sebagai faktor penentu utama ketika lampu start dipadamkan.

Terkini