Stockbit Rilis Fitur 3FA demi Amankan Akun Investor

Jumat, 26 Juni 2026 | 21:35:32 WIB
Head of PR & Corporate Communication Stockbit William. (Foto: NET)

JAKARTA - Platform investasi saham Stockbit meningkatkan proteksi sistem keamanan buat para penggunanya lewat peluncuran teknologi pengamanan berlapis melalui fitur 3 Factor Authentication (3FA). Mekanisme ini disiapkan guna memproteksi akun para investor dari ancaman akses tanpa izin serta kejahatan siber.

Head of PR & Corporate Communication Stockbit William memaparkan, mekanisme keamanan 3FA ini mencakup tiga lapis proteksi utama, yaitu Face Recognition, Trusted Device, serta Freeze Account. 

Melalui fungsi Face Recognition, Stockbit memastikan hanya pemegang akun sah yang bisa masuk dan melangsungkan aktivitas transaksi investasi. Sistem pemindai wajah tersebut berperan menjadi lapis proteksi esktra melengkapi sistem verifikasi yang telah berjalan sebelumnya.

"Pengguna akan mendapatkan notifikasi apabila terjadi sign-in secara ilegal, sama dengan pengalaman keamanan seperti saat menggunakan aplikasi Gmail atau Apple ID," ujar William dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Di samping itu, fungsi Trusted Device memungkinkankan sistem mengenali gawai yang rutin dipakai oleh pengguna. Tiap ada tindakan masuk dari gawai yang asing bakal langsung ditolak demi meminimalkan pembajakan akun. 

Stockbit pun mengaplikasikan mekanisme Multiple Verification yang mewajibkan adanya konfirmasi ekstra untuk tindakan krusial di dalam akun. Upaya ini diterapkan guna memperkecil risiko transaksi atau pengubahan data oleh oknum yang tidak berwenang.

Sementara itu, fungsi Freeze Account menyediakan pilihan bagi para investor untuk menonaktifkan akun sementara waktu jika terdeteksi ada tindakan yang janggal. Fungsi ini bisa dimanfaatkan sebagai tindakan proteksi saat investor mengendus adanya akses ilegal.

"Sistem 3 Factor Authentication dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap akses akun pengguna melalui tiga lapisan verifikasi yang ketat. Selain itu, Stockbit juga memiliki tim Cybersecurity yang standby 24 jam," kata William.

Bukan cuma memperketat aspek keamanan, Stockbit pun tetap memperbarui bermacam fitur penunjang investasi, di antaranya menyediakan alat analisis serta data pergerakan pasar secara real-time. Layanan tersebut memfasilitasi investor untuk mengamati dinamika pasar sekaligus menentukan pilihan berdasarkan data yang lebih kilat dan presisi.

William menyampaikan bahwa layanan dari Stockbit dikembangkan bagi bermacam tingkatan investor, mulai dari pemula hingga yang sudah ahli, baik demi keperluan trading harian ataupun investasi jangka panjang.

“Stockbit dirancang untuk investor yang membutuhkan keamanan, kecepatan, ketepatan, dan kedalaman informasi dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.

Sebelum langkah ini, Stockbit pun telah meluncurkan fitur Stockbit AI Reports yang mengoptimalkan teknologi kecerdasan buatan guna merangkum rilis keterbukaan informasi emiten menjadi bentuk analisis yang lebih simpel. Layanan ini menyokong pengguna memahami data krusial korporasi secara lebih ringkas.

Berdasarkan penuturan William, pertumbuhan total investor di pasar modal memicu faktor keamanan digital menjadi kian krusial. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total investor saham pada pasar modal dalam negeri sampai akhir Mei 2026 menembus angka 9,73 juta investor. 

Hampir 80% dari total tersebut diisi oleh kalangan investor muda dengan usia di bawah 40 tahun. Angka itu naik tajam jika dibandingkan data akhir 2023 yang berada di kisaran 5,2 juta investor serta pada akhir 2024 yang mencapai 6,3 juta investor.

Pihak Stockbit memastikan bakal terus memperkokoh keamanan dalam bertransaksi sekaligus menyajikan pembaruan inovatif supaya investor dapat menanamkan modal dengan lebih tenang serta mendapatkan data yang menopang proses pengambilan keputusan.

Terkini